Kepergian Raja Thailand

Kompas.com - 20/10/2016, 20:54 WIB
Lukisan Numthong GalleryLukisan "My Love" karya Kraisak Chirachaisakul tahun 2011 di Numthong Gallery.
EditorTri Wahono

Saya besar di sebuah negara yang memiliki tidak hanya satu, tetapi sembilan keluarga kerajaan. Ketika pertama kali saya mendengar tentang sosok Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (Rama IX) wafat, saya lalu mengira-ira tentang dirinya.

Namun, yang terjadi kemudian adalah keterkejutan saya. Raja Bhumibol ternyata bukan bangsawan yang sombong, bodoh, dan kasar. Wajahnya halus dengan struktur wajah yang kecil dan runcing membuat kacamata besarnya - yang bulat seperti mata burung hantu - sering kali merosot di hidungnya setiap kali dia bepergian mengunjungi daerah-daerah yang terabaikan. Dia juga kerap menggantungkan kamera di lehernya.

Pemegang tahta kerajaan Chakri ke IX ini merupakan simbol tertinggi dari kerendahan hati dan kesederhanaan. Dia tidak menjadi pusat perhatian. Namun, sebaliknya, dia tekun pada kegemarannya, yakni memainkan saksofon dan sistem irigasi di pedesaan.

Saya tak pernah dapat membayangkan seseorang dengan kekuasaan yang begitu besar, di mana dia dapat memanggil dan memarahi politisi-politisi yang bertengkar mengenai hal-hal sepele untuk bersujud di hadapannya, memiliki sifat-sifat pemalu seperti anak kecil. 

Beberapa tahun kemudian, saya bertemu dengan raja lain di Yogyakarta, Jawa Tengah, yang sangat anti-Belanda, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Dia dipanggil dengan sebutan “Pak Sultan”.

Ketidakformalan ini barangkali dapat dimengerti mengingat jiwa revolusi bangsa yang ditumbuhkan Presiden Sukarno beberapa dekade sebelumnya.

Sedangkan di Filipina, sebuah negara yang penuh dengan pemimpin di daerah-daerah – sebuah fakta kehidupan yang hampir tidak berubah sejak penjajahan Spanyol – ide sebuah kerajaan tidak pernah terealisasi di luar daerah Mindanao dan Visayas.

Konsep dan praktik sistem kerajaan berkembang secara berbeda-beda tergantung di daerah mana Anda berada. Wafatnya Raja Bhumibol di mana manusia, sejarah dan legenda melebur menjadi satu, membuat kebanyakan orang di Asia Tenggara melihat kejadian itu dengan perspektif budaya yang berbeda-beda.

Kita semua terpukau dengan kedukaan begitu mendalam dan penuh kesungguhan hati yang diperlihatkan masyarakat Thailand.

Tentunya, sosial media telah membuat upaya dinasti Chakri menjadi jauh lebih sulit dalam mempertahankan keistimewaannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X