Kompas.com - 18/10/2016, 21:01 WIB
Pasukan Peshmerga menembakkan roket dari Gunung Zardak, 25 kilometer dari Mosul, sebagai bagian dari dukungan mereka kepada pasukan Irak yang bergerak untuk merebut kota terbesar kedua di negeri itu dari tangan ISIS. SAFIN HAMED / AFP Pasukan Peshmerga menembakkan roket dari Gunung Zardak, 25 kilometer dari Mosul, sebagai bagian dari dukungan mereka kepada pasukan Irak yang bergerak untuk merebut kota terbesar kedua di negeri itu dari tangan ISIS.
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com - Dalam 24 jam pertama pemerintah Irak memulai operasi militer merebut Mosul pada Senin (17/10/2016), militer Irak yang didukung pasukan Peshmerga sudah meraih sejumlah kemajuan.

Lebih dari 200 kilometer persegi wilayah direbut dari ISIS setelah pasukan Peshmerga merebut tujuh desa di sebelah timur kota Mosul.

Sementara di sisi selatan Mosul, angkatan darat Irak merebut dan membersihkan 20 desa dari tangan ISIS. Demikian keterangan para perwira Irak dan Kurdi.

Kawasan pedesaan itu sebagian sudah ditinggalkan penduduk tetapi masih dipenuhi bom dan ranjau darat serta serangan pasukan bom bunuh diri.

Meski demikian Pentagon menilai, kemajuan operasi militer ini jauh lebih cepat dari yang direncanakan dan di beberapa titik pasukan Irak hanya berjarak 20 kilometer dari batas kota Mosul.

Pertempuran berat di hari pertama, jet-jet dan helikopter tempur koalisi pimpinan AS membantu ofensif ini dengan menyerang posisi pasukan ISIS di sekitar Mosul.

Di malam hari, ISIS membalas dengan melancarkan serangan terhadap tank dan kendaraan lapis baja militer Irak.

Pada Selasa (18/10/2016), pasukan Peshmerga menahan gerak majunya sembari memperkuat posisi di wilayah Khazer sementara pasukan penjinak bahan bom mencoba membersihkan kawasan sekitar dari berbagai jebakan.

Lebih dari 30.000 personel angkatan darat Irak dan Peshmerga dimobilisasi sebelum fajar menuju Mosul, sementara 8.000 tetara ISIS menunggu di kota yang sudah dua tahun mereka duduki.

Selama dua tahun ini, ISIS mempersiapkan berbagai cara untuk mempertahankan Mosul misalnya membangun terowongan bawah tanah, parit pertahanan serta memasang peledak di jalanan dan jembatan.

Meski demikian, koalisi milisi Syiah, milisi suku-suku Sunni, Peshmerga dan AD Irak berharap mereka bisa mencapai batas kota Mosul dalam waktu dua pekan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X