Kompas.com - 13/10/2016, 11:12 WIB
Seorang anggota kelompok sukarelawan White Helmets alias Helm Putih membopong jasad seorang anak perempuan dari reruntuhan rumahnya yang hancur dihantam bom di Aleppo, Suriah. AMEER ALHALBI / AFPSeorang anggota kelompok sukarelawan White Helmets alias Helm Putih membopong jasad seorang anak perempuan dari reruntuhan rumahnya yang hancur dihantam bom di Aleppo, Suriah.
EditorErvan Hardoko

ALEPPO, KOMPAS.com - Seorang dokter yang berjuang keras untuk mengatasi jumlah korban luka di kota Aleppo, Suriah telah menggugat Presiden Rusia Vladimir Putin terkait pengeboman berkelanjutan yang dilakukan AU Rusia terhadap kota tersebut.

Dr Moawyah Al-Awad, dokter jantung yang bekerja di satu-satunya rumah sakit yang masih beroperasi di kota Aleppo itu, menggunakan jasa pengacara yang berbasis di London untuk mengurus gugatannya.

Al-Awad mengatakan, gugatan yang diajukannya ke Pengadilan HAM Eropa didasari kekerasan Rusia terhadap dirinya serta hak pasien untuk tetap hidup dan bebas dari perlakukan tak manusiawi seperti dijelaskan dalam undang-undang internasional.

Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah itu telah menjelma menjadi salah satu medan tempur yang paling keras dalam perang saudara Suriah yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun.

Kota itu kini terbelah antara wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah Suriah dan pasukan pemberontak sejak perang pecah di kota ini pada 2012.

Pada Juli lalu, pasukan pemerintah Suriah berhasil memotong jalur pasokan logistik menuju ke Aleppo Timur yang dikuasai pasukan pemberontak.

Alhasil area yang dihuni sekitar 250.000 orang itu praktis terkepung dan kehidupan warga di tempat itu kian hari kian sulit dan terus memburuk.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak gencatan senjata yang disponsori AS dan Suriah dihentikan pada akhir bulan lalu, Aleppo Timur terus dihujani bom oleh pasukan darat Suriah dan AU Rusia hampir setiap hari.

Sejak saat itu, menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 330 orang tewas, sebagian besar warga sipil. Namun, para aktivis meyakini jumlah korban tewas jauh lebih besar lagi.

Warga Aleppo Timur mengatakan, pengeboman yang dilakukan sebulan terakhir ini memang sengaja menyasar fasilitas sipil termasuk dua rumah sakit, dua markas pasukan SAR dan sejumlah ambulans.

Dokter Al-Awad yang bekerja di RS Al Quds, Aleppo Timur yang seperti rumah-rumah sakit lainnya di kawasan itu, kini beroperasi di lokasi tersembunyi untuk melindungi tempat itu dari pengeboman.

Lokasi awal rumah sakit ini sudah hancur akibat serangan udara pemerintah Suriah pada April 2016.

Kini hanya tersisa sekitar 30 orang dokter di Aleppo Timur untuk melayani ribuan orang yang membutuhkan bantuan darurat atau bantuan medis lainnya.

Pekerjaan para dokter ini semakin sulit karena peralatan medis kian banyak yang rusak dan persediaan obat terus menyusut.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X