Ritual Melukai Diri Warnai Peringatan Hari Asyura di Lebanon

Kompas.com - 13/10/2016, 09:55 WIB
Pawai damai digelar di pusat kota London, Inggris, Rabu (12/10/2016), untuk memperingati hari raya Asyura. Warga Muslim mengusung plakat bertuliskan Standard.co.uk/Robert Gordon ClarkPawai damai digelar di pusat kota London, Inggris, Rabu (12/10/2016), untuk memperingati hari raya Asyura. Warga Muslim mengusung plakat bertuliskan "no to terrorism, no to injustice, no to racism'. Di Lebanon, dirayakan dengan cara berbeda.
EditorPascal S Bin Saju

BEIRUT, KOMPAS.com - Warga Muslim Syiah di kota Nabatieh, Lebanon melukai dirinya ketika memperingati hari suci Asyura, yang mencerminkan akar keyakinan mereka.

Harian The Independent, Rabu (12/10/2016), melaporkan, jutaan Muslim dunia mengambil bagian dalam prosesi untuk menandai hari tersuci dalam kalender Syiah, Tasua dan Asyura.

Tasua dan Asyura, hari ke-9 dan ke-10 bulan Muharram adalah dua hari berkabung Syiah, dengan puncaknya pada Asyura, untuk memperingati kesyahidan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.

Kematian Hussein dalam pertempuran pada tahun 680 setelah Masehi menandai perbedaan aliran dalam Islam hingga saat ini.


Banyak organisasi, termasuk Hezbollah Lebanon, mendorong warga merayakan Asyura dengan mendonorkan darah ke bank darah dan bukan menetesi jalan-jalan di Nabatieh, Rabu.

Banyak warga yang mengikuti prosesi menggores dahi mereka  sehingga baju putih yang mereka pakai berubah menjadi merah darah.

Di Beirut, ribuan pria dan wanita mengenakan pakaian hitam sebagai tanda duka ketika mengikuti prosesi yang berakhir dengan mendengar pidato Ketua Hezbollah, Sayyed Hasan Nasrallah.

Petinggi Hezbollah itu mengulangi lagi deklarasi sebelumnya bahwa perayaan Asyura tahun ini didedikasikan untuk penderitaan rakyat Yaman yang menjadi korban perang saudara.

Jumlah terbanyak terdapat di bagian selatan pinggiran kota Beirut, di mana seluruh pemukiman memperingati hari suci ini dan jalan-jalan di bagian selatan kota itu ditutup.

Namun di Nabatieh, seperti dilaporkan Voice of America, ritual melukai diri ini, yang tidak dilakukan penganutnya di tempat lain, menjadikan lokasi ini berbeda dari tempat lainnya.

Menurut media Inggris tersebut, ritual melukai diri sendiri, yang dikenal dengan tatbir dalam bahasa Arab, atau talwar zani dan qami zani di Asia tenggara, adalah tradisi dari Lebanon selatan dan Karbala di Irak selatan.

Ritual tersebut telah dilarang dan sangat tidak dianjurkan oleh banyak pemerintahan dan pihak berwenang Syiah karena berbagai risiko kesehatan.

Perayaan dengan nuansa yang berbeda digelar kaum Muslim di London, Inggris. Mereka berpawai di pusat kota dengan membawa bendera dan plakat yang intinya menolak terorisme, ketidakadilan, dan rasisme.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X