Kompas.com - 12/10/2016, 19:59 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

BANGKOK, KOMPAS.com — Putra Mahkota Thailand Maha Vajiralongkorn tiba-tiba membatalkan acaranya di sebuah universitas di Bangkok dan harus menemui Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha.

Pertemuan itu digelar terkait dengan kondisi kesehatan Raja Bhumibol Adulyadej yang pada Rabu (12/10/2016) dikabarkan kian memburuk.

Chan-ocha sebelumnya sudah mempersingkat perjalanannya ke wilayah timur Provinsi Chonburi demi bertemu dengan Vajiralongkorn. 

Vajiralongkorn akan menjadi ahli waris dari raja terlama di dunia tersebut jika Bhumibol wafat.

Kondisi kesehatan Bhumibol dipercaya telah berimbas pada indeks harga saham di Negeri Gajah Putih, yang sore ini ditutup anjlok hingga 6,8 persen.

Kondisi pasar saham yang memburuk itu terjadi setelah pihak istana mengumumkan kondisi kesehatan Bhumibol yang kian menurun sejak beberapa hari terakhir.

Sementara itu, sepanjang hari ini warga Thailand turun ke jalan dengan mengenakan pakaian serba pink.

Aksi ini digelar untuk menunjukkan harapan mereka agar Raja Bhumibol diberikan kesembuhan.

Bhumibol sudah tak terlihat di depan publik sejak beberapa bulan terakhir, sejalan dengan perjuangannya untuk kembali sehat dalam perawatan di RS Siriraj, Bangkok. 

Kerumunan massa dalam jumlah yang terbilang besar pun berkumpul di depan Istana Bangkok. Warga membubuhkan ucapan dalam buku yang umumnya mendoakan kesembuhan sang Raja.

Mereka pun membawa bunga dan bertelut serta berdoa di hadapan potret sang Raja. 

Selain itu, warga lain pun memadati kuil-kuil untuk memohon kesembuhan bagi raja yang kini berusia 88 tahun itu. 

Wanna Sirikhet, seorang perempuan berusia 69 tahun dari Provinsi Narathiwat, mengaku menempuh perjalanan sejauh 1.100 kilometer ke RS di Bangkok demi menjenguk sang Raja.

Tak lupa dia mengenakan pakaian merah muda, sesuai dengan kampanye "wear pink for his majesty" yang didengungkan melalui media sosial.

"Saya datang ke sini untuk berdoa bagi kesembuhan Raja. Saya percaya, jutaan warga Thailand saat ini sedang berdoa untuk kesembuhan Raja," kata dia seperti dikutip The Bangkok Post.

Laman fanpage di Facebook "We love Thai King" saat ini telah menjaring lebih dari 2,5 juta anggota.

"Pink"

Sebelumnya, seorang peramal di lingkungan kerajaan menyebutkan beberapa tahun lalu, warna pink adalah warna yang baik untuk Raja, termasuk bagi kondisi kesehatannya. 

Aliran dukungan dari warga Thailand ini mulai terjadi sejak hari Minggu, setelah kerajaan mengumumkan kondisi buruk dari kesehatan Bhumibol.

Raja disebut menjalani perawatan hemodialisis, yakni proses untuk memurnikan darah.

Disebutkan, ventilator digunakan untuk membantu tekanan darah Raja yang menurun drastis.

Pangeran Vajiralongkorn adalah anggota militer yang menjalani latihan dan pendidikan di Australia. Dia telah menyandang gelar pangeran dan akan menggantikan posisi raja sejak tahun 1972. 

Namun, sejumlah analis menyebut tak ada satu pun anggota keluarga kerajaan yang memiliki kekuatan moral seperti yang dimiliki Bhumibol.

Bhumibol selama ini telah muncul sebagai tokoh pemersatu, tak hanya di Thailand, tetapi pun di negara-negara Asia Tenggara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.