Siapa Bilang Presiden AS Dipilih Rakyat Secara Langsung?

Kompas.com - 07/10/2016, 19:04 WIB
Donald Trump dan Hillary Clinton dalam acara debat pertama Pilpres AS di New York, Selasa (27/9/2016) WIB. REPRO BIDIK LAYAR BLOOMBERGDonald Trump dan Hillary Clinton dalam acara debat pertama Pilpres AS di New York, Selasa (27/9/2016) WIB.
|
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Amerika Serikat sering disebut sebagai ikon demokrasi, bahkan disebut sebagai negara paling demokratis di dunia. 

Namun, siapa sangka warga AS tidak memilih presidennya secara langsung. Kondisi ini sering disebut dengan istilah direct election.

Tidak seperti di banyak negara lain, di mana pemenang pemilu adalah yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak (popular vote), AS menggunakan sistem perwakilan.

Dengan sistem ini, 538 perwakilan negara bagian (electors) yang tergabung dalam electoral college akan memberikan suaranya kepada pasangan capres/cawapres yang bertarung.

Adapun, yang terpilih menjadi presiden adalah kandidat yang berhasil memperoleh paling sedikit 270 electoral votes dalam pemilu.

Lahir dari kompromi

Apakah Electoral College sebenarnya dan mengapa AS memilih menggunakan sistem unik ini?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Electoral College diatur di dalam Konstitusi AS Pasal 2 Ayat 3.

Adapun sistem ini dipilih sebagai kompromi antara dua pihak yaitu yang menginginkan presiden dipilih oleh House of Representatives (DPR) dan yang condong presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Sistem ini dipilih oleh founding fathers AS demi mencegah calon kharismatik yang pandai berorasi dengan mengesploitasi perasaan takut, cemas, dan marah pemilih memenangi pemilu.

Sosok ini sering disebut demagogue yang berkampanye dengan demagogi menebar kebencian,  mengaduk-aduk emosi calon pemilih tanpa menawarkan solusi yang nyata terhadap akar persoalan.

Dari total 538 electors, setiap negara bagian memiliki jumlah yang berbeda.

Jumlah itu ditetapkan berdasarkan 435 kursi DPR, 100 kursi Senat, ditambah tiga jatah electoral votes untuk Ibu Kota Washington DC.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X