Kompas.com - 07/10/2016, 09:20 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorIcha Rastika

BUSAN, KOMPAS.com - Topan Chaba yang melintasi bagian selatan Korea Selatan, Rabu (5/10/2016) pagi, mengakibatkan kerusakan di sejumlah lokasi, termasuk di kota pelabuhan, Busan.

Terjangan topan ini juga mengakibatkan robohnya papan Jalan Surabaya di Busan.

"Papan Jalan Surabaya jatuh dan sudah diperbaiki," kata Chairman Manajer Indonesia Center (BIC) Kim Soo Il melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Kamis (6/10/2016).

Jalan Surabaya ini merupakan satu-satunya jalan dengan nama kota di Indonesia di Korea.

Pemberian nama Jalan Surabaya di Busan ini merupakan tindak lanjut kerja sama "sister city" antara Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kota Busan.

Jalan ini bersebelahan dengan Gedung Busan Indonesia Center yang didirikan Kim pada 2012. 

"Memang Korea terakhir ini sering mengalami bencana alam, seperti gempa bumi dan topan. Alhamdullilah saya sekeluarga tidak menderita akibat yang begitu besar," kata Kim yang juga Rektor Daegu University of Foreign Studies itu.

Menurut dia, saat ini pelabuhan dan bandara di Busan sudah dibuka kembali. Aktivitas warga pun berjalan normal. Penerbangan dari dan menuju Busan kembali dibuka.

Saat topan melanda, Rabu, hujan deras mengakibatkan air sungai meluap dan membanjiri jalan-jalan di kota. Pembatalan jadwal penerbangan pun terjadi di Korsel menyusul kondisi ini.

Kementerian Keselamatan Publik Korsel menyebutkan, ada 2.500 sekolah yang diliburkan, saat puluhan ribu warga di pantai selatan diperintahkan tetap bertahan di dalam rumah.

 

Aliran listrik pun dipadamkan selama topan melanda.

"Beberapa daerah seperti Ulsan ada terjangan banjir dan daerah pinggir laut karena ombak yang tinggi," kata Direktur Indonesian Trade Promotion Center Kementerian Perdagangan untuk wilayah Busan, Indra Wijayanto, kepada Kompas.com, Kamis.

Selain itu, seorang buruh dikabarkan tewas tertimpa derek yang tumbang terkena angin kencang di Busan.

Satu korban lagi tewas tenggelam pada saat banjir melanda Ulsan. Dilaporkan pula tiga orang yang hilang ketika air bah datang melanda tempat mereka tinggal. 

Lusinan jadwal penerbangan baik dari maupun menuju Pulau Jeju, yang menjadi kawasan wisata populer warga China, juga dibatalkan, saat topan Chaba melanda.

Belum ada laporan WNI jadi korban

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, hingga Kamis, Kemenlu belum mendapatkan informasi adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban topan Chaba di Korea Selatan.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul dan kantor pemerintahan di Korea Selatan akan terus berkomunikasi dengan WNI yang ada di negara tersebut.

 

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.