Kompas.com - 03/10/2016, 10:07 WIB
EditorErvan Hardoko

KAIRO, KOMPAS.com - Organisasi pejuang hak-hak perempuan Mesir secara resmi menggugat seorang anggota parlemen yang menyerukan adanya kewajiban tes keperawanan bagi perempuan yang akan masuk ke universitas.

Harian Al-Masry Al-Youm, Minggu (2/10/2016) mengabarkan, kepala Dewan Nasional Pemerintah, Maya Morsi menuntut agar Ilhami Agena, nama anggota parlemen itu, dipecat dari posisinya sebagai wakil rakyat.

Maya menambahkan, polisi juga harus melakukan investigasi kriminal terhadap Ilhami Agena karena politisi itu juga dianggap merusak reputasi perempuan, laki-laki dan bangsa Mesir.

Dalam sebuah wawancara pekan lalu, Ilhami Agena mengatakan, tes keperawanan harus dilakukan untuk menekan angka pernikahan tak resmi atau di Mesir dikenal dengan nama "gawaz orfy" antara para mahasiswa.

Karena tak membutuhkan biaya, pernikahan semacam itu menjadi populer dalam beberapa tahun belakangan karena tingginya angka pengangguran dan sulitnya mendapatkan rumah dengan harga terjangkau.

Praktik "gawaz orfy" ini secara umum dianggap sebagai sebuah sanksi keagamaan karena sepasang kekasih sudah melakukan hubungan badan di luar nikah, sebuah hal tabu di mata bangsa Mesir yang mayoritas pemeluk Islam.

Di Mesir, keperawanan seorang perempuan muda dianggap sebagai sebuah kehormatan sehingga seorang gadis yang kehilangan keperawanannya akan sulit untuk menikah di kemudian hari.

Pada 2011, militer Mesir dituduh melakukan tes keperawanan terhadap 19 perempuan yang ditangkap setelah tentara membubarkan aksi protes di lapangan Tahrir, Kairo, tak lama setelah Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri.

Khusus soal Ilhami Agena, bukan kali ini saja dia mengeluarkan pernyataan kontroversial tentang perempuan, misalnya terkait sejumlah anggota parlemen perempuan yang dianggapnya tak sopan dalam berpakaian.

Bulan lalu Agena juga memicu kontroversi setelah menyebut sunat perempuan diperlukan untuk mengurangi seksualitas perempuan demi mengimbangi jumlah pria Mesir yang mengalami impotensi akibat penyalahgunaan viagra.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.