Kompas.com - 03/10/2016, 08:40 WIB
Ribuan warga yang berunjuk rasa di kota Bishoftu, Etiopia bubar setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet pada Minggu (2/10/2016). Akibatnya, puluhan orang tewas terinjak-injak. Reuters/IndependentRibuan warga yang berunjuk rasa di kota Bishoftu, Etiopia bubar setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet pada Minggu (2/10/2016). Akibatnya, puluhan orang tewas terinjak-injak.
EditorErvan Hardoko

ADDIS ABABA, KOMPAS.com - Sedikitnya 52 orang tewas terinjak-injak dalam sebuah festival keagamaan di Etiopia, Minggu (2/10/2016), yang digelar untuk merayakan berakhirnya musim hujan.

Tragedi terjadi ketika massa berkumpul di luar kota Bishoftu, dekat ibu kota Addis Ababa akibat aksi dari "kekuatan tak bertanggung jawab". Demikian pernyataan pemerintah setempat.

Festival keagamaan ini digelar di Oromia, salah satu kawasan bergolak di Etiopia yang selama beberapa bulan terakhir kerap dilanda aksi unjuk rasa menuntut kebebasan lebih besar yang tak jarang diakhiri kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa.

Dalam insiden di kota Bishoftu itu, massa yang berkerumun meneriakkan yel-yel soal kebebasan dan keadilan. Mereka juga mencegah para tetua, yang dianggap dekat dengan pemerintah, memberikan pidato dalam festival tahunan itu.

Sejumlah pengunjuk rasa mengibarkan bendera merah, hijau, dan kuning lambang Front Pembebasan Oromo (OLF), sebuah organisasi yang dianggap pemerintah Etiopia sebagai teroris.

Menurut sejumlah laporan dan saksi mata, kerusuhan pecah setelah para pengunjuk rasa melempari polisi dengan menggunakan botol air mineral dan batu.

Alhasil, polisi merespon dan melepaskan tembakan gas air mata dan peluru karet. Tindakan polisi ini membuat massa panik lalu berlarian tak tentu arah sehingga menyebabkan puluhan orang tewas terinjak-injak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Etiopia membenarkan adanya insiden ini yang menyebabkan beberapa orang tewas dan harus dirawat di rumah sakit.

"Sebagai hasil dari kekacauan, sejumlah orang tewas dan puluhan orang masuk rumah sakit. Mereka yang bertanggung jawab akan berhadapan dengan hukum," kata kementerian informasi tanpa memberikan angka korban.

Sementara itu, Merera Gudina, ketua kelompok oposisi Kongres Federal Oromo (OFC), kepada Reuters, mengatakan, 50 orang tewas.

Gudina menambahkan, pemerintah coba menggunakan ajang keagamaan di Oromia itu sebagai bukti bahwa kawasan tersebut sudah dalam kondisi tenang dan terkendali.

Menurut Human Rights Watch (HRW), lebih dari 400 orang tewas dibunuh aparat keamanan Etiopia saat rakyat Oromia menggelar aksi unjuk rasa sejak November 2015.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.