Kompas.com - 29/09/2016, 17:13 WIB
Gamer bermain dengan aplikasi Pokemon Go di ponsel mereka, di Grote Markt, Haarlem, Belanda, Rabu (13/7/2016). AFP PHOTO / ANP / REMKO DE WAALGamer bermain dengan aplikasi Pokemon Go di ponsel mereka, di Grote Markt, Haarlem, Belanda, Rabu (13/7/2016).
EditorErvan Hardoko

DEN HAAG, KOMPAS.com - Pemerintah Belanda akan seret sejumlah warga AS pembuat permainan Pokemon Go ke pengadilan.

Langkah ini diambil setelah perusahaan itu gagal memenuhi permintaan untuk mencegah penggemar permainan ini menyerbu pantai-pantai yang dilindungi.

Sejak permainan itu dirilis di Belanda, ribuan penggemar berkumpul di pantai Kijkduin di sebelah selatan kota Den Haag.

Ribuan orang yang datang ke pantai kecil itu setiap hari memicu kekhawatiran akan merusak pasir pantai yang selama ini dilindungi.

"Pemerintah kini akan melarang hewan-hewan virtual kecil itu di kawasan yang dilindungi dan di jalanan mulai pukul 23.00 hingga 07.00," demikian pemerintah setempat.

Kasus ini akan mulai disidangkan di sebuah pengadilan di Den Haag pada 11 Oktober mendatang.

"Kijkduin akan tetap menjadi tempat menarik bagi para pemburu Pokemon, tetapi kami akan membatasi masalah bagi warga dan kerusakan kawasan dilindungi di sana," lanjut pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Belanda sudah mencoba menghubungi Niantic, perusahaan pembuat permainan ini sejak pertengahan Agustus lalu tetapi tidak berhasil.

"Kami tak punya pilihan lain selain maju ke pengadilan," demikian pemerintah Belanda.

The Pokemon Company, yang memberikan lisensi waralaba, kepada AFP pada Agustus lalu mengatakan, semua permintaan untuk menarik permainan itu dari sebuah area dipusatkan di Niantic.

Hal serupa pernah dilakukan di monumen peringatan bom atom Hiroshima dan monumen holocaust Berlin. Di kedua tempat ini monster-monster Pokemon sudah disingkirkan.

Sementara di Polandia, bekas kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau yang kini menjadi museum juga meminta agar monster-monster Pokemon dihilangkan dari tempat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.