Kompas.com - 29/09/2016, 15:54 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com — "Salah satu bagian kecantikan saya adalah saya sangat kaya," kata Donald Trump pada suatu ketika.

Namun, sebagaimana diungkap majalah Forbes, kekayaan Donald Trump selama setahun terakhir mengalami kemerosotan.

Majalah bisnis itu menaksir kekayaan kandidat presiden Amerika Serikat itu dan menemukan bahwa dia kehilangan 800 juta dollar AS atau sekitar Rp 10,3 triliun sejak 2015.

Forbes memperkirakan bahwa kekayaan konglomerat bidang properti itu kini bernilai 3,7 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 47,9 triliun.

Laporan Forbes menyebut penurunan kekayaan Trump utamanya disebabkan kelesuan pasar properti New York.

Trump, yang pernah menulis buku berjudul Midas Touch (Sentuhan Midas), mengatakan, Amerika Serikat memerlukan kepala pembuat keputusan di Gedung Putih.

Kemudian, saat debat kandidat presiden pada Senin (26/9/2016), dia berujar, "Saya punya pendapatan yang luar biasa. Sudah saatnya negara ini memiliki seorang yang menjalankan (pemerintahan) punya pemikiran soal uang."

Hilang Rp 10,3 triliun?

Forbes, yang telah menaksir kekayaan Trump selama lebih dari 30 tahun, menyebut penurunan pasar real estat dan bisnis ritel di New York sebagai penyebab anjloknya kekayaan Trump.

Dari 28 gedung yang ditinjau Forbes, 18 di antaranya mengalami kemerosotan nilai, termasuk Trump Tower di kawasan elite Manhattan, Fifth Avenue, New York.

Properti Trump lainnya, seperti Gedung 40 Wall Street dan klub pribadi Mar-a-Lago di Palm Beach, Floria, juga mengalami kemerosotan nilai.

Sebaliknya, nilai tujuh properti milik Trump, misalnya gedung tertinggi kedua di San Francisco, telah meningkat.

Berapa banyak biaya kampanye Trump?

Prinsip utama yang digadang-gadang tim sukses Trump adalah kemampuan pria itu untuk mendanai sendiri kampanyenya.

Artinya, tidak seperti para pesaingnya, Trump tidak terikat dengan donatur-donatur kelas kakap.

Sejauh ini, Trump telah menanam uang pribadinya sebesar 50 juta dollar AS atau Rp 647 miliar untuk kepentingan kampanye.

Namun, dia mampu berhemat dengan cara, misalnya, menempatkan kantor tim kampanye di Trump Tower.

Forbes memperkirakan pernyataan kontroversial Trump tentang imigran Meksiko saat berkampanye membuat pria berusia 70 tahun itu kehilangan 100 juta dollar AS atau Rp 1,2 triliun.

Sebab, pernyataan tersebut berbuntut pembatalan sejumlah kesepakatan bisnis, misalnya dengan NBC Universal, Univision, dan Macy's.

Berapa kekayaan Trump sebenarnya?

Ini adalah tanda tanya besar. Dalam laporan kekayaan kepada Komisi Pemilihan Umum Federal tahun ini, tim kampanye Trump mengklaim kekayaan pria itu "melampaui 10 miliar dollar AS".

Akan tetapi, Forbes menaksir kekayaan Trump "hanya" mencapai 3,7 miliar dollar AS, sedangkan Bloomberg memprediksi jumlah yang lebih kecil, yaitu 3 miliar dollar AS dan Fortune mengestimasi 3,9 miliar dollar AS.

Salah satu alasan mengapa ada perbedaan perkiraan ini adalah Trump memperhitungkan nilai mereknya, dengan perkiraannya sendiri, yaitu senilai 3,3 miliar dollar AS.

Para pengkritik Trump menuding dia melebih-lebihkan pendapatannya secara rutin dengan mencampurkan pendapatan bisnis dan pemasukan pribadi.

Bisakah surat pernyataan pajak ungkap kekayaan Trump?

Penolakan Trump untuk membeberkan surat pernyataan pajaknya mendorong spekulasi bahwa jumlah uang di rekeningnya tidak sebesar yang dia klaim, atau mungkin dia tidak membayar pajaknya secara jujur.

Dalam debat kandidat presiden pada Senin (26/9/2016) lalu, Hillary Clinton menyebut surat pernyataan pajak Trump mungkin mengungkap "sesuatu yang sangat penting, atau bahkan lebih buruk, sesuatu yang dia coba sembunyikan."

Meski demikian, jika kemudian Trump merilis surat pernyataan pajak, deklarasi tersebut amat mungkin tidak memberikan gambaran kekayaannya yang sesungguhnya.

Surat pernyataan pajak itu berisi laporan pendapatan dan pajak yang dibayarkan atas pendapatan itu, tetapi tidak memberikan gambaran nilai aset atau utang sang pengusaha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.