AS Sambut Hasil Investigasi yang Buktikan Rusia "Dalang" Penembakan MH17

Kompas.com - 29/09/2016, 07:47 WIB
Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang  jatuh pada Juli 2014 menewaskan seluruh 298 penumpang dan awaknya. BBCPesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh pada Juli 2014 menewaskan seluruh 298 penumpang dan awaknya.
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat menyambut hasil investigasi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 yang diumumkan kemarin, di Belanda.

Melalui Jurubicara John Kirby, Pemerintah AS menyebut hasil investigasi tersebut menguatkan tuduhan AS sejak awal peristiwa pada 17 Juli 2014 silam.

Kala itu, AS langsung menyebut bahwa ada dugaan kuat Pemerintah Rusia menjadi "dalang" di balik penembakan rudal ke arah Boeing 777 dengan 298 orang di dalamnya itu.

AS dengan cepat menyebut bahwa tindakan tak berprikemanusiaan itu dilakukan oleh kelompok separatis Ukraina yang didukung Pemerintah Rusia.

Tentu, tuduhan itu mengundang amarah dari Pemerintah Rusia.

Sebelumnya, menanggapi hasil pemeriksaan yang dipimpin oleh para investigator Belanda tersebut, Rusia pun langsung membantahnya.

Baca: Kremlin Bantah Rudal Pemberontak Ukraina Penyebab Jatuhnya MH17

Mereka menyatakan, investigasi tersebut terlalu bermuatan politis dan tak mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi. 

Kemarin, dalam konferensi pers, para penyelidik menyatakan rudal BUK yang digunakan untuk menjatuhkan MH17 diluncurkan dari wilayah utara Ukraina. 

Sebelumnya, rudal dan peralatan peluncuran dibawa dari wilayah Rusia untuk masuk ke Ukraina, dan melakukan penembakan.

Investigasi ini tak menyebut siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut. Namun tim telah mengantongi 100-an nama yang terlibat dalam proses pemindahan rudal dari Rusia ke Ukraina, hingga proses penembakan.

Baca: Tim Penyidik Periksa 100 Orang Terkait Jatuhnya Malaysia Airlines MH17

"Tak diragukan lagi, MH17 memang ditembak jatuh dengan rudal BUK dari wilayah di utara Rusia, oleh kelompok separatis yang didukung Rusia," tegas Kirby, seperti dilansir AFP.

"Kami juga mencatat, langkah investigasi bersama ini membuktikan bahwa rudal dan peluncurnya dibawa ke Ukraina dari Rusia, dan kemudian dikembalikan ke Rusia setelah penembakan," ungkap dia.

Baca: Tim Penyidik: Rudal yang Hantam Malaysia Airlines MH17 Berasal dari Rusia

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X