Kompas.com - 28/09/2016, 19:27 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Lebih dari setengah jumlah anak berusia di bawah lima tahun dikabarkan kekurangan nutrisi di sejumlah wilayah Borno, kata koalisi lembaga pemberi bantuan pekan lalu.

Pegaris keras itu telah menewaskan 15.000  jiwa dan membuat lebih dari dua juta warga terusir akibat pemberontakan selama tujuh tahun di Nigeria.

Kelompok itu berupaya menciptakan negara berdasarkan hukum islam yang ketat.

Namun, tentara telah mengusir Boko Haram dari markasnya di Nigeria utara, tetapi kelompok itu masih menebar teror dengan aksi bom bunuh diri dan sejumlah serangan di wilayah timur laut,  juga negara tetangga, Kamerun, Niger, dan Chad.

Seks

Setidak-tidaknya 90 persen korban selamat Boko Haram di wilayah Nigeria timur laut tak punya cukup makanan untuk dikonsumsi, ungkap data survei NOI pekan lalu.

Lembaga penelitian menemukan, banyak perempuan menjual dirinya demi makanan berikut gerakan bebas masuk dan keluar kampung itu.

Dikatakannya, kekerasan seksual mesti menjadi perhatian, dan petugas kamp diduga terlibat dalam dua pertiga jumlah kasus tersebut.

Ratusan pengungsi sempat menggelar unjuk rasa bulan lalu di Maiduguri.

Mereka menuduh petugas mencuri bantuan makanan, sehingga Presiden Nigeria Muhammadu Buhari memerintahkan polisi menahan dan menghukum pelaku.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.