Kompas.com - 19/09/2016, 06:02 WIB
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Polisi Amerika Serikat, Minggu (18/9/2016), mengatakan, tidak ada bukti yang menguatkan klaim kelompok  ISIS sebagai otak di balik serangan bom di New York dan penikaman di Minnesota.

"Sampai sekarang kami tidak menemukan bukti yang mendukung bahwa mereka berhubungan,” kata  Kepala Polisi St Cloud, Minnesota, William Blair Anderson, kepada CNN.

Anderson membenarkan, bahwa penyerang sempat menanyakan salah satu dari korban apakah Muslim sebelum ia menyerang delapan orang di sebuah mal di St Cloud.

Namun, Anderson menekankan bahwa motif serangan itu belum begitu jelas.

 “Apakah itu adalah serangan seorang teroris atau bukan, saya tidak ingin mengatakannya sekarang karena kami tidak tahu,” katanya seperti dirilis Agence France-Presse.

Kantor berita yang dekat dengan kelompok ISIS, Amaq, pada Minggu (18/9/2016), mengklaim bahwa penikam yang melukai delapan orang di Minnesota adalah "seorang tentara ISIS”.

"Pelaku penikaman di Minnesota kemarin (Sabtu) adalah prajurit ISIS yang menanggapi seruan untuk menyerang warga negara koalisi Barat," demikian Amaq.

Polisi sebelumnya mengatakan, sebelum menyerang, pelaku penikaman itu menyerukan nama Allah. Namun, dia kemudian ditembak mati oleh polisi Minnesota.

Serangan itu terjadi tidak lama setelah 29 orang terluka akibat ledakan yang disengaja di sebuah kawasan Chelsea, New York, yang terjadi pada jam sibuk, Sabtu (17/9/2016) malam.

Gubernur New York Andre Cuomo, Minggu (18/9/2016), mengatakan, ledakan itu akibat bom. Namun, belum ada indikasi kelompok teroris internasional terkait dengan insiden tersebut.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.