Kompas.com - 18/09/2016, 15:38 WIB
EditorPascal S Bin Saju

SRINAGAR, KOMPAS.com – Gerombolan militan bersenjata berat menyerbu markas tentara di kota Uri, Negara Bagian Kahsmir, wilayah paling bergolak di India, Minggu (18/9/2016).

Akibat serangan militan pada Minggu menjelang fajar menyingsing di kawasan Himalaya itu, 17 tentara India dan empat militan tewas, seperti dilaporkan Agence France-Presse.

Kota Uri terletak di dekat perbatasan dengan Pakistan. Wilayah Kashmir diakui seluruhnya baik oleh India maupun Pakistan, tetapi de facto wilayah itu berada dalam wilayah India.

Saat menyerang markas tentara di Uri, segerombolan militan bersenjata lengkap, selain senapan otomatis, juga dengan bahan peledak, termasuk granat.

Dalam pertempuran di markas tentara itu, belasa tentara India dan empat militan tewas, kata Angkatan Bersenjata India dalam sebuah pernyataan remis mereka, Minggu ini.

Baku tembak itu menyebabkan “ jatuhnya korban. Kami mengormati pengorbanan 17 tentara kami yang telah menjadi martir dalam operasi tersebut,” kata pernyataan itu.

Serangan militan kali ini merupakan yang terburuk selama bertahun-tahun di Kashmir, yang menjadi basis kelompok militan pro-Pakistan melawan pemerintah India, sejak konflik itu muncul pertama kali tahun 1989.

Pada Desember 2014, pemberontak bersenjata berat pernah menyerbu kamp militer India di Uri sehingga menyebabkan 11 tentara dan polisi tewas.

Bala tentara India yang datang ke lokasi kejadian di Uri, 100 km dari Srinagar, ibu kota Kashmir, sedang menyisir markas militer untuk mencari tahu apakah masih ada militan atau tidak.

Tentara yang terluka telah diangkut dengan pesawat helikopter ke Srinagar. Sebagian besar tentar lagi masih berjaga-jaga di Uri, wilayah yang didominasi penduduk Muslim itu.

Satu pekan silam, Sabtu (10/9/2016), dua orang tewas dan 100 orang lagi cedera, dalam bentrokan antara polisi India dengan demonstran di Kashmir.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata terhadap massa demonstran yang melempari polisi dengan batu.

Saat itu massa menuntut kemerdekaan dari New Delhi. 

Setidaknya hampir 90 warga sipil tewas dan ratusan warga lain terluka dalam aski protes terhadap pemerintah federal di New Delhi sejak tewasnya komandan militan pada 8 Juli 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.