Cerianya Anak-anak Suriah Menyambut Gencatan Senjata

Kompas.com - 15/09/2016, 18:13 WIB
Anak-anak Suriah di kota Aleppo bermain gembira setelah gencatan senjata berlangsung efektif. Reuters/MirrorAnak-anak Suriah di kota Aleppo bermain gembira setelah gencatan senjata berlangsung efektif.
EditorErvan Hardoko

ALEPPO, KOMPAS.com - Gencatan senjata di Suriah langsung dirasakan efeknya terutama bagi anak-anak negeri itu yang selama ini harus dirundung ketakutan.

Di kota Aleppo, anak-anak terlihat gembira bermain di jalanan kota di hari pertama gencata senjata berlangsung.

Beberapa anak terlihat bermain petak umpet di antara reruntuhan bangunan dan anak-anak yang lain memilih hanya duduk-duduk sambil bersenda gurau.

Bagi sebagian besar anak-anak ini, kekerasan dan pertumpahan darah adalah satu-satunya hal yang mereka ketahui sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011.


Sehingga suasana tenang yang langka setelah gencatan senjata yang disponsori AS dan Rusia efektif berlangsung menjadi sebuah anugerah besar bagi anak-anak ini.

Anak-anak juga terlihat ceria merayakan hari raya Idul Adha di kota Hamouira yang dikuasai pemberontak di pinggiran ibu kota Damaskus.

Reuters/Mirror Sebagian anak-anak beramai-ramai naik 'kereta api' berkeliling melintasi reruntuhan di kota Aleppo yang hancur akibat perang.

Tak hanya anak-anak yang bergembira, gencatan senjata ini juga membuah para pekerja kemanusiaan memiliki waktu luang untuk menyalurkan bantuan ke kota-kota yang hancur akibat perang.

"Banyak warga yang mulai sibuk mengerjakan sesuatu dan anak-anak bermain dengan riang gembira di jalanan," kata Mohamed Omar, seorang anggota pertahanan sipil di wilayah kekuasaan pemberontak di Aleppo.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan AS memastikan gencatan senjata di Suriah diperpanjang selama 48 jam.

Perpanjangan gencatan senjata ini disepakati Menlu AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergey Lavrov.

"Meski ada laporan kekerasan sporadis, kesepakatan gencatan senjata tetap dipertahankan dan level kekerasan relatif rendah," kata juru bicara Kemenlu AS Mark Toner.

"Sebagai bagian dari kesepakatan, mereka sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata untuk 48 jam," tambah Toner.

Kesepakatan gencatan senjata ini merupakan upaya kedua dari negara-negara kuat dunia untuk mengurangi kekerasan yang telah menewaskan 250.000 orang warga Suriah dan menciptkan krisis kemanusiaan di Timur Tengah dan Eropa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Mirror
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Gelapkan Uang Restoran demi Putrinya yang Sakit, Pria Singapura Dihukum Penjara

Internasional
Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Tantang Petarung MMA, Ahli Wing Chun Ini KO dalam 72 Detik

Internasional
Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Terungkap, Selir Raja Thailand Dicopot karena Ingin Seperti Permaisuri

Internasional
Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Dianggap Tak Setia, Selir Raja Thailand Dicopot

Internasional
Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Cegah Mencontek, Sekolah di India Pakaikan Muridnya Kardus di Kepala Saat Ujian

Internasional
Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung 'Teroris' di Suriah

Erdogan Tuduh Negara Barat Mendukung "Teroris" di Suriah

Internasional
Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X