Kompas.com - 12/09/2016, 13:29 WIB
EditorPascal S Bin Saju

 

MADRID, KOMPAS.com — Ratusan ribu penduduk Catalonia di Barcelona dan kota-kota lain di Spanyol, Minggu (11/9/2016), berpawai menuntut kemerdekaan wilayah timur laut di negara itu.

Polisi Catalonia di akun Twitter-nya, seperti dilaporkan Associated Press pada Senin (12/9/2016), mengatakan, ada 450.000 demonstran bergabung dalam aksi itu.

Sedangkan Voice of America, yang juga mengutip keterangan polisi Catalonia, ada 800.000 orang yang mengikuti pawai menuntut kemerdekaan tersebut.

Sementara pemerintah Spanyol di Madrid, yang menentang kemerdekaan ini, mengatakan, jumlah warga yang berpawai sebenarnya kurang dari separuh jumlah yang dilaporkan.

Pemimpin separatis Catalan, Carles Puigdemont, mengatakan, ia berencana untuk mengusulkan referendum bagi kemerdekaan, yang hasilnya menjadi rujukan apakah pemisahan perlu atau tidak.

Puigdemont berharap referendum untuk kemerdekaan Catalonia dari Spanyol dapat dilakukan tahun depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah daerah Catalonia yang pro-kemerdekaan telah menetapkan bahwa pertengahan tahun depan sebagai target bagi kemerdekaan wilayah mereka dari Spanyol,

Namun, mereka belum berhasil membujuk pemerintah pusat untuk menyetujui pelaksanaan referendum tentang masalah ini.

Madrid, yang menentang pemisahan diri, berpendapat bahwa kemerdekaan Catalonia dari Spanyol jelas akan ditolak oleh Uni Eropa dan Catalonia bakal dikeluarkan dari zona euro.

Catalonia telah mengatakan, pemungutan suara tidak mengikat pada tahun 2014. Saat itu sekitar 1,6 juta orang memilih mendukung kemerdekaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.