Kompas.com - 11/09/2016, 14:31 WIB
Empat anak buah kapal warga negara Indonesia tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (13/5/2016). Mereka sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOEmpat anak buah kapal warga negara Indonesia tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (13/5/2016). Mereka sempat disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
EditorErvan Hardoko

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Tiga awak sebuak kapal nelayan Malaysia diculik di perairan tempat kelompok militan Abu Sayyaf biasa melakukan penculikan.

Insiden itu diyakini terjadi pada Sabtu (10/9/2016) malam di lepas pantai Pulau Pom Pom yang merupakan lokasi wisata bahari terkenal di negara bagian Sabah, Malaysia.

"Kapal itu berbendera Malaysia," kata Wan Abdul Bari Abdul Khalid, kepala Komando Keamanan Sabah,  Minggu (11/9/2016), tanpa merinci kewarganegaraan ketiga orang itu.

Khalid juga tak memberikan tanggapan soal dugaan kelompok militan Abu Sayyaf sebagai pelaku penculikan tersebut.

Pada Mei lalu, Abu Sayyaf membebaskan 14 pelaut Indonesia setelah diculik selama beberapa waktu. Insiden ini kemudian memicu kerja sama antara Malaysia, Indonesa dan Filipina untuk melakukan patroli bersama.

Pada Juli, kepolisian Malaysia mengatakan, lima warga negeri itu yang menjadi kru sebuah kapal tunda diculik Abu Sayyaf di perairan Sabah.

Abu Sayyaf adalah sebuah kelompok sempalan beranggotakan beberapa ratus orang militan. Kelompok yang dibentuk pada 1990-an dengan bantuan Al Qaeda ini, diyakini sudah meraup banyak uang dari hasil uang tebusan penculikan.

Meski para pemimpin Abu Sayyaf menyatakan sumpah setia kepada ISIS, para analis menyimpulkan tujuan utama kelompok ini adalah mencari uang lewat penculikan bukan untuk mendirikan sebuah negara Islam.

Pada April dan Juni lalu, Abu Sayyaf memenggal dua warga negara Kanada setelah permintaan uang tebusan tidak dipenuhi. Dan tahun lalu, seorang warga Malaysia juga dipenggal dengan alasan yang sama.

Saat ini, militer Malaysia di Sabah sedang dalam kondisi waspada  mencari para militan dari Filipina selatan yang melarikan diri setelah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan tentaranya untuk meningkatkan serangan terhadap militan Islam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.