DPR AS Gelar Voting untuk Tuntut Saudi atas Serangan “Nine Eleven”

Kompas.com - 09/09/2016, 12:36 WIB
DPR AS pada Jumat (9/9/2016) ini di Capitol Hill, AS, akan mengadakan pemungutan suara atas rancangan undang-undangan (RUU) terkait serangan 11 September 2001. npr.orgDPR AS pada Jumat (9/9/2016) ini di Capitol Hill, AS, akan mengadakan pemungutan suara atas rancangan undang-undangan (RUU) terkait serangan 11 September 2001.
EditorPascal S Bin Saju

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat-pejabat Arab Saudi sejak lama dicurigai mendukung badan-badan amal dan organisasi yang memiliki hubungan dengan kelompok teroris.

DPR Amerika Serikat (AS), Jumat (9/9/2016), akan mengadakan pemungutan suara atas rancangan undang-undangan (RUU) terkait serangan 11 September 2001, seperti dilaporkan Voice of America.

RUU itu akan memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 atau populer disebut dengan serangan nine eleven itu untuk menuntut pemerintah Arab Saudi yang dituduh mendukung teroris.

Harian Washington Post, mengutip seorang pembantu pimpinan Partai Republik mengatakan, RUU itu kemungkinan akan disahkan menjelang peringatan 15 tahun serangan nine eleven di AS.

Kalau diloloskan oleh DPR, RUU itu akan diserahkan kepada Presiden Barack Obama untuk ditanda-tangani atau diveto.

RUU itu telah disetujui oleh Senat pada Mei 2016. RUU itu didorong oleh keluarga para korban yang berharap bisa menuntut pejabat-pejabat Arab Saudi.

Para pejabat Arab Saudi sejak lama dicurigai mendukung badan-badan amal dan organisasi yang memiliki hubungan dengan kelompok teroris.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gedung Putih sejak lama telah menolak RUU seperti itu karena khawatir akan merusak hubungan AS dan Arab Saudi.

Bisa juga akan menciptakan preseden yang bisa membahayakan para pejabat AS yang bertugas di luar negeri.

Riyadh sejak lama telah membantah tuduhan-tuduhan itu dan berusaha keras untuk menggagalkan RUU tersebut.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.