Kompas.com - 07/09/2016, 13:41 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Sedangkan megafauna berkeliaran di kawasan tropis Queensland Utara antara 30.000-50.000 tahun yang lalu.

"Ini adalah hewan yang sangat besar dan menemukan tulang-tulang mereka dan melihat fosil yang nyata di dalam tanah adalah hal yang sangat mengagumkan bagi sebagian besar anak-anak,” kata Hocknull.

Dia juga mengatakan, “Saya merasakan seperti itu ketika saya melihat fosil untuk pertama kali dan itu membuat saya jatuh hati pada ilmu pengetahuan selama sisa hidup saya."

Buaya berperan penting dalam pelestarian fosil. Hocknull mengatakan, alasan fosil sangat terpelihara adalah karena buaya besar memangsa megafauna yang ada pada saat itu.

"Buaya hidup di sungai-sungai dan raksasa seperti megafauna - kanguru raksasa dan wombat - yang turun ke tepi untuk minum dan kemudian mereka disambar oleh buaya besar," katanya.

Menurut Hocknull, bagian-bagian yang tidak ditelan buaya berakhir menjadi deposit fosil.

"Kembali ke 30.000 tahun yang lalu disini kita mendapati mereka dalam bentuk fosil tanah liat dan tanah dari endapan sungai-sungai," katanya.

"Ini juga pertama kalinya di mana saja di Australia di mana kita memiliki megafauna tropis ini yang secara sistematis bisa digali dan memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu.”

Menurut Hocknull, mengungkap fosil bisa menjadi proses yang sangat lambat dan proses yang membutuhkan kesabaran.

"Kami perlahan-lahan menyapu tanah liat mencari segala sesuatu karena kita tidak hanya menemukan tulang besar dari hewan, kita juga menemukan fosil tanaman, serangga ... [dan] moluska yang hidup di lingkungan tersebut," jelasnya.

Setelah fosil ditemukan mereka harus dibungkus dalam kantung plester dan akan dikirim ke Brisbane di mana mereka akan dibersihkan dengan alat pelubang kecil dokter gigi.

"Secara perlahan-lahan mereka akan membersihkan lumpur dari tulang fosil itu .. kemudian kita akan mendigitalkan seluruh fosil itu dan menempatkannya pada model 3D dan model itu akan membantu riset kita ini,” katanya.

Hocknull mengatakan bahwa mereka akan terus bekerja dengan BHP selama tiga sampai empat tahun ke depan untuk terus mengungkap lebih banyak tanah di kawasan tambang ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.