Kompas.com - 06/09/2016, 18:20 WIB
EditorErvan Hardoko

YANGOON, KOMPAS.com - Mantan Sekjen PBB Kofi Annan disambut ejekan saat tiba di negara bagian Rakhine, Myanmar, Selasa (6/9/2016), untuk menyelidiki konflik keagamaan yang mengakibatkan ribuan warga etnis Rohingya terpaksa mengungsi.

Annan mendapatkan tugas dari Aung San Suu Kyi untuk memimpin sebuah komisi yang bertugas untuk mencari jalan menyelesaikan masalah di negara bagian yang terletak di wilayah barat Myanmar itu.

Namun, Annan malah disambut ejekan saat dia mendarat di ibu kota negara bagian Rakhine, Sittwe. Massa bahkan menghampiri konvoi kendaraan Annan sambil membawa spanduk berbunyi "Tolak intervensi asing dalam masalah Rakhine".

Mengetahui betapa terbelahnya negara bagian itu, Annan mengatakan, komosi yang dipimpinnya akan mendengarkan penjelasan dari semua pihak.

"Kunjungan pertama ini adalah sebuah kesempatan untuk mendengarkan dan belajar dari warga lokal," kata Annan.

Diplomat asal Ghana itu dijadwalkan bertemu para pemimpim umat Muslim dan mengunjungi kamp pengungsi tempat puluhan ribu warga Rohingya hidup dalam kemiskinan.

Namun, kelompok politik terbesar Rakhine, Partai Nasional Arakan, menolak bertemu dengan mantan Sekjen PBB itu dan meminta parlemen Myanmar membubarkan komisi pimpinan Annan.

"Kami tak perlu mengandalkan orang asing untuk menangani masalah ini," kata U U Hla Saw, anggota parlemen dari negara bagian Rakhine.

Rakhine, yang berbatasan dengan Banglades, sejak 2012 dikungkung kerusuhan antara warga mayoritas Buddha dan minoritas Rohingya Muslim.

Akibat kekerasan ini lebih dari 100 orang tewas dan puluhan ribu etnis Rohingya terpaksa mengungsi ke luar negeri atau tinggal di kamp-kamp pengungsian dengan akses layanan kesehatan dan kebutuhan dasar yang terbatas.

Sementara itu, Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian, mengecewakan para aktivis HAM dunia karena dianggap gagal menangani masalah Rohingya ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.