Kompas.com - 05/09/2016, 20:15 WIB
EditorPascal S Bin Saju

DAVAO, KOMPAS.com -  Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Senin (5/9/2016),  mengatakan, masih ada banyak orang yang  akan dibunuh terkait kasus narkoba di negaranya.

Duterte mengatakan, kampanyenya untuk melawan peredaran narkoba takkan berhenti selama para pelaku kejahatan itu tidak berhenti, seperti dilaporkan Reuters.

Hingga sejauh ini, sejak Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, sekitar 2,400 orang tewas terkait dengan perang melawan para bandit narkoba.

Duterte akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama pada pertemuan puncak regional di Laos, Selasa (6/9/2016) dengan satu harapan agar Obama tak menyinggung masalah HAM.

"Banyak yang akan dibunuh sampai bandar terakhir keluar dari jalanan. Sampai pembuat narkoba terakhir terbunuh, kami akan melanjutkannya," kata Duterte sebelum bertolak ke Laos, Senin.

Polisi mengatakan, dari 2.400 kasus hanya ada 900 orang yang tewas dalam operasi polisi. Terkait jumlah sisanya, polisi mengatakan, kasus itu masih dibawa penyelidikan aparat.

Kematian lebih dari 1.500 orang lainnya terjadi di luar operasi polisi.  Banyak pihak, baik di dalam maupun di luar negeri, kasus itu sebagai kematian di luar proses hukum.

Tewasnya ribuan orang itu telah menjadi sorotan di AS, PBB, dan lembaga pegiat HAM internasional, termasuk Amnesty International.

Obama meminta Duterte agar tidak berlebihan, namun disambut hinaan dari Duterte. Filipina adalah negara bekas jajahan AS.

“Saya adalah presiden dari negara yang berdaulat dan kita telah lama bebas dari penjajahan," kata Duterte saat ditanya soal rencana pertemuannya dengan Obama.

"Siapa dia mau mengkonfrontasi saya? Bahkan nyatanya, AS punya banyak pertanyaan yang harus dijawab. Semua negara punya catatan buruk pembunuhan tanpa proses pengadilan," kata Duterte.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.