Rencana Pembunuhan Duterte Terungkap, Senjatanya Diimpor dari AS

Kompas.com - 02/09/2016, 09:54 WIB
Kepala Polisi Filipina Jenderal Ronald dela Rosa memperlihatkan sejumlah potongan senjata yang siap dirakit, diduga untuk membunuh Presiden Rodrigo Duterte.
Inquirer/Nino Jeus OrbetaKepala Polisi Filipina Jenderal Ronald dela Rosa memperlihatkan sejumlah potongan senjata yang siap dirakit, diduga untuk membunuh Presiden Rodrigo Duterte.
EditorPascal S Bin Saju

MANILA, KOMPAS.com – Usaha keras Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk menembak mati para pelaku kejahatan narkoba diam-diam ada pihak yang tidak menyukai caranya itu.

Kepolisian Filipina, seperti dilaporkan Inquirer.net, Jumat (2/9/2016), memastikan hal itu setelah mendapat informasi dari Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dan operasi senjata di Filipina.

Aparat keamanan membongkar penyelundupan suku cadang dan kepingan senjata api yang belum dirakit di kota Bacolod, Filipina, 6 Agustus lalu.

Petugas menangkap dua pelaku kejahatan terkait kasus itu. Kedua pengimpor yang ditangkap bernama Bryan Ta-ala dan Wilford Palma.

Kepala Polisi Filipina Jenderal Ronald “Bato”  dela Rosa mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa senjata dikirim dari AS dan ditangkap di kota Bacolod, 6 Agustus ini.

Senjata yang dikirim belum dirakit. Rencananya potongan-potongan senjata akan dirakit menjadi senjata otomatis untuk membunuh Presiden Duterte.

Bato mengatakan, rencana pembunuhan Duterte itu terungkap dari pengakuan kedua tersanga.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Bato, Palma telah mengatakan kepada penyidik bahwa kepingan-kepingan senjata dipesan oleh seorang kliennya yang akan merakitnya untuk membunuh presiden.

Bato juga mengatakan, Ta-ala telah dirawat di rumah sakit setelah operasi pembongkaran senjata ilegal dari AS itu.

Potongan senjata tersebut senilai 4,5 juta peso atau setara Rp 1,2 miliar dan akan dirakit menjadi 100 senjata otomatis seri M16.

 Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, mengatakan Presiden Duterte sudah menyadari jika ada pihak yang akan berencana membunuhnya.  

Presiden “prihatin, tetapi tidak khawtir,” kata Ebella.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X