Kokain Senilai Rp 740 Miliar Ditemukan di Pabrik Coca Cola di Perancis

Kompas.com - 01/09/2016, 11:52 WIB
BBC/Getty Kokain senilai Rp 470 miliar ditemukan di sebuah pabrik minuman ringan Coca Cola di Perancis, Kamis (31/8/2016).

PARIS, KOMPAS.com – Sekitar 370 kg kokain selundupan senilai  50 juta euro atau setara Rp 740,8 miliar ditemukan di sebuah pabrik Coca Cola di Signes, Merseille, Perancis selatan.

Polisi Marseille bertekad untuk mencari tahu siapa pengirim kontainer berisi kokain itu dari Kosta Rika, seperti dilaporkan oleh United Press International (UPI) pada Kamis (1/9/2016).

Para pekerja di pabrik Coca-Cola di Signes telah menemukan 370 kg kokain dalam sebuah kontainer.

Jaksa Xavier Tarabeux  menaksir, obat bius tersebut senilai Rp 740,8 juta.

Paket besar barang haram itu tersembunyi di antara konsentrat jus jeruk dalam kontainer yang dikirim dari Kosta Rika.

Pada Maret lalu, 370 kg kokain juga ditemukan dalam kontainer yang baru saja tiba di pelabuhan Le Havre.

Tahun lalu, di lepas pantai Martinique,  petugas bea cukai Perancis juga menemukan 2,2 ton kokain dari perahu layar dan jumlah tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah ditemukan.

Penemuan di Signes, bagaimanapun, merupakan salah satu yang terbesar yang ditemukan di daratan Perancis.

Pabrik Coca Cola di Signes memproduksi konsentrat untuk berbagai jenis minuman.

Ketika Coca Cola pertama kali diciptakan pada tahun 1886, salah satu bahan yang digunakan namun dalam jumlah kecil, adalah termasuk daun coca dari Peru, yang mengadung kokain.

Kuantitas coca berkurang pada tahun 1903 sehingga tidak pernah digunakan lagi sejak tahun 1928.

Polisi belum menangkap siapa pun sehubungan dengan pengiriman kokain, namun mereka telah meluncurkan sebuah investigasi untuk menentukan siapa yang mengirim barang itu.



EditorPascal S Bin Saju
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Bobol Atap, Bos Mafia Italia Rocco Morabito Kabur dari Penjara di Uruguay

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

[POPULER INTERNASIONAL] Kisah Manusia Pohon | Penampakan UFO Pertama

Internasional
Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Insiden Bangunan Runtuh di Kamboja, 2 Orang Selamat dari Reruntuhan

Internasional
Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Sedang Menjalankan Misi, 2 Jet Tempur Eurofighter Jerman Bertabrakan di Udara

Internasional
Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Terduga Otak Upaya Kudeta Etiopia Ditembak Mati

Internasional
'Manusia Pohon' Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

"Manusia Pohon" Bangladesh Ini Ingin Tangannya Diamputasi agar Terbebas dari Sakit

Internasional
Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Internasional
Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Bahas Krisis Iran, Menlu AS ke Saudi Bertemu Raja Salman

Internasional
Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Baru 2 Minggu Bekerja, Karyawan Pabrik Sosis Ini Tewas Tersedot Mesin Pencampur Daging

Internasional
Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Laporan Pertama hingga Inspirasi Film, Fakta Unik Penampakan UFO

Internasional
Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Mahathir: Saya Tak Akan Menjabat Jadi PM Malaysia Lebih dari 3 Tahun

Internasional
Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Seekor Siput Kacaukan Sistem Kereta Api di Jepang Selatan

Internasional
China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

China Tak Akan Biarkan Isu Hong Kong Dibahas dalam KTT G20

Internasional
Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Trump: Jika Terserah Penasihat Saya, Kami Bisa Perang dengan Seluruh Dunia

Internasional
Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Ingin Gulingkan Pemerintah Vietnam, Pria AS Dihukum 12 Tahun Penjara

Internasional

Close Ads X