Kompas.com - 01/09/2016, 08:13 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2016)
EditorPascal S Bin Saju

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dua mahasiswi Indonesia dibebaskan dari tahanan di kota Bursa, pemerintah Turki kembali menangkap seorang mahasiswa Indonesia.

Menurut Voice of America, Kamis (1/9/2016), kabar buruk itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rapat kerja dengan Komisi I Bidang Pertahanan dan Luar Negeri DPR RI di gedung parlemen, Rabu (31/6/2016).

Mahasiswa itu ditangkap karena menempati rumah yang dikelola yayasan yang terkait dengan gerakan 'Hizmet' atau Fethullah Gulen, terduga di balik upaya kudeta yang gagal 15 Juli lalu.

"Dengan sangat menyesal kami perlu juga melaporkan bahwa terdapat satu lagi penahanan menimpa satu warga negara Indonesia pada 26 Agustus,” kata Retno.

"Tentunya KBRI Ankara sudah meminta kembali akses kekonsuleran, tetapi untuk kasus yang 26 Agustus ini belum diberikan akses kekonsuleran," lanjut Retno.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia di Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal kepada wartawan mengatakan penangkapan terakhir itu menimpa WNI berinisial SI, mahasiswa di Middle East Technical University di Ankara.

SI dibekuk ketika aparat keamanan Turki menggeledah sebuah rumah yang dikelola yayasan terkait dengan gerakan Hizmet.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rumah itu ditempati SI dan seorang rekannya, yang juga berasal dari Indonesia dan tidak ada di lokasi karena sedang magang di kota lain.

Iqbal mengatakan SI telah didampingi pengacara saat diperiksa polisi.

Sementara kasus penangkapan Handila Lintang Saputra, mahasiswa Indonesia, Retno Marsudi mengatakan sudah mendapat informasi pihak KBRI di Ankara Selasa (30/8/2016) malam dan telah diberi akses kekonsuleran.

Handila ditahan sejak 3 Juni lalu di Gaziantep, dekat perbatasan Turki dan Suriah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X