Kompas.com - 31/08/2016, 15:49 WIB
EditorErvan Hardoko

VILNIUS, KOMPAS.com - Takut akan serbuan pasukan Rusia, Lithuania, negara kecil di kawasan Baltik, membangun sebuah kota palsu sebesar 20 kali lapangan sepak bola sebagai sarana latihan perang kota.

Kota buatan yang dibangun dengan biaya jutaan dolar AS itu, dibuat semirip mungkin dengan kota sebenarnya lengkap dengan stadion olahraga dan gedung sekolah.

Bertambahnya anggaran militer Rusia dan aneksasinya terhadap Semenanjung Crimea membuat negara-negara bekas Uni Soviet, termasuk Lithuania, meningkatkan kewaspadaan.

"Kondisi pelatihan baru ini akan membantu pasukan kami mempersiapkan diri lebih baik dalam mempertahankan tanah air dan menangkal serangan musuh," kata Menteri Pertahanan Lithuania, Juozas Olekas, Selasa (30/8/2016).

Juozas menambahkan, pembangunan kota ini menghabiskan biaya sebesar 5,5 juta dolar atau sekitar Rp 73 miliar.

"Kota" seluas 15 hektare ini memiliki lebih dari 20 bangunan, termasuk stadion olahraga, sekolah, gereja dan kantor polisi.

Dalam sebuah jajak pendapat pekan lalu, sebanyak 60 persen responden di negeri berpenduduk 3 juta jiwa itu mengatakan, kebijakan Rusia merupakan ancaman bagi negeri kecil tersebut.

Sementara itu, NATO akan mengerahkan empat batalion tempur di Polandia dan negara-negara Baltik tahun lalu sebagai antisipasi invasi militer Rusia.

Di sisi lain, Moskwa membantah negeri itu memiliki ambisi untuk meluaskan wilayahnya dan justru menuding NATO tengah menghancurkan keseimbangan militer di Eropa.

Lithuania, yang lepas dari Uni Soviet pada 6 September 1991, hanya memiliki luas wilayah sekitar 65.000 kilometer persegi dengan penduduk sekitar 3 juta jiwa.

Bandingkan dengan, misalnya, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki luas kurang lebih 35.000 kilometer persegi tetapi berpenduduk lebih dari 33 juta jiwa.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.