Retno: 177 Calon Jamaah Haji Indonesia di Filipina Korban Sindikat

Kompas.com - 24/08/2016, 19:38 WIB
Associated Press Sebagian dari 177 jemaah haji Indonesia yang menggunakan dokumen palsu, paspor Filipina, berurusan dengan aparat keamanan negara itu pada Jumat (19/8/2016). Pada Sabtu (20/8/.2016) mereka diinterogasi oleh Otoritas Imigrasi Filipina.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, Rabu (24/8/2016) di Jakarta, mengatakan, 177 calon jemaah haji Indonesia yang kini ditahan di Manila, Filipina, adalah korban dari sindikat kejahatan.

Kepada wartawan di kantornya, Retno menjelaskan, pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila terus mendampingi dan memberi bantuan logistik kepada para calon jemaah haji yang menjadi korban penipuan itu.

“Saudara-saudara kita ini adalah korban dari kejahatan terorganisir,” kata Retno.

Dari laporan yang diterima Retno dari Kedubes RI di Manila, kasus yang menimpa 177 WNI itu bukan pertama kali terjadi.

“Karena itu, penanganan tindakan melawan hukumnya sudah ada yang menangani, tapi yang perlu kita utamakan saat ini adalah memberikan perlindungan maksimal kepada 177 WNI kita yang menjadi korban," tambah Retno.

Sebanyak 177 calon jamaah haji Indonesia ditangkap di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino Jumat (19/8/2016) setelah ketahuan menggunakan paspor Filipina.

Petugas mencurigai mereka karena tidak bisa berbahasa Tagalog atau bahasa setempat dan hanya berbicara dalam bahasa Inggris.

Retno menambahkan pihak KBRI di Manila tengah melakukan verifikasi data terhadap 177 orang tersebut.

Menurut Retno, pemerintah Filipina memberi akses kepada perwakilan Indonesia untuk bertemu dengan mereka dan ia telah meminta pemerintah Filipina memberi perhatian khusus atas kasus ini.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju

Terkini Lainnya


Close Ads X