Kompas.com - 10/08/2016, 23:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

OHIO, KOMPAS.com - Elizabeth Collins, atau yang akrab dipanggil ibu Collins oleh mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Ohio, memang tak asing dengan Indonesia.

Profesor pada program kajian Asia Tenggara ini pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia pada tahun 1971.

Ia datang ke Indonesia menemani suaminya yang adalah antropolog, untuk melakukan riset di Pagar Alam, Sumatera Selatan selama dua tahun.

"Ketika saya kembali ke Indonesia sekitar tahun 1992 sampai 1994 untuk memulai riset saya sendiri, Indonesia, khususnya Sumatera Selatan sudah menjadi tempat yang berbeda," kata dia kepada VOA Indonesia.

Elizabeth menemukan banyak permasalahan, sehingga menimbulkan protes dari kalangan mahasiswa dan petani, hingga berlanjut pada jatuhnya pemerintahan rezim Soeharto.

"Jadi daripada menulis tentang masalah pembangunan yang dihadapi Indonesia sekitar tahun 90-an, saya memutuskan untuk meneliti bagaimana masalah-masalah ini dapat membuat Indonesia berubah menjadi lebih Demokratis dan pemerintahannya lebih terdesentralisasi," kata dia.

"Penelitian ini membuat saya bekerja di Indonesia selama 10 tahun, sejak tahun 1994 hingga 2004 dengan aktivis dari Sumatera Selatan dan Jakarta," sambungnya.

Penelitian ini juga melahirkan buku pertama Collins yang berjudul "Indonesia Betrayed" atau "Indonesia Dikhianati".

Dalam dunia pendidikan, Collins juga banyak membantu mahasiswa Indonesia yang kerap disebut "mafia Ohio".

"Di Ohio University, saya berhasil membantu beberapa mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa untuk belajar di sini, juga ada beberapa mahasiswa fulbright, di mana kami akhirnya membentuk suatu komunitas," kata dia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.