Kompas.com - 08/08/2016, 18:18 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Calvin Riley, seorang remaja berusia 20 tahun di San Fransisco, Amerika Serikat, tewas ditembak, ketika sedang bermain gim Pokemon Go.

Peristiwa itu terjadi di sebuah lokasi wisata di San Fransisco. Demikian penjelasan otoritas terkait dan pihak keluarga korban, seperti dilansir laman USA Today, Minggu (7/8/2016).

Pihak kepolisian menyatakan, Calvin Riley tertembak hingga tewas pada Sabtu malam oleh orang tak dikenal di Aquatic Park dekat Ghiradelli Square.

Sementara itu, berdasarkan berita yang disiarkan jaringan televisi KGO-TV, kerabat korban menyebutkan, Riley dan satu temannya sedang bermain Pokemon Go ketika tertembak. 

“Tidak ada perlawanan dalam kasus ini. Ini tidak masuk akal, muncul, menembak dari belakang dan lari tanpa alasan," ungkap kerabat bernama John Kirby.

Kirby mengatakan, Riley dan temannya menyadari ada seseorang yang memerhatikan mereka malam itu. Orang itu mengawasi dari ketinggian bukit tak jauh dari lokasi penembakan.

Namun, kala itu cuaca gelap dan korban lebih menaruh perhatian ke layar ponsel di genggamannya.

Menanggapi kasus ini, Jurubicara layanan taman nasional setempat, Lynn Cullivan menyatakan, para penyidik percaya ada saksi mata lain dalam peristiwa ini. Sebab, penembakan terjadi di kawasan nelayan yang ramai. 

Sersan Robert Jansing, seorang penyidik dari kepolisian setempat mengatakan, penembak pun tak mengambil barang berharga yang ada di tubuh korban. Sehingga, tak ada dugaan perampokan dalam penembakan misterius ini. 

Hingga berita ini diturunkan belum jelas apa yang menjadi motif pembunuhan ini. Terlebih tentang adanya keterkaitan penembakan dengan gim “Pokemon Go” yang menjadi begitu ramai di musim panas ini.

Selama ini, kepopuleran gim tersebut pun tak jarang menimbulkan keluhan dari banyak pihak.

Ada banyak pemilik properti yang mengajukan pengaduan tentang para pemain "Pokemon Go" yang melintas di areal privat dan bahkan merusak pekarangan mereka.

Belum lagi laporan adanya para pemain yang mengalami cidera akibat sibuk memperhatikan layar ponsel, ketika sedang berjalan memburu "monster". 

Otoritas penegak hukum setempat pun telah mengeluarkan peringatan terkait potensi bahaya dalam permainan ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.