Kompas.com - 08/08/2016, 11:20 WIB
Shahram Amiri dalam sebuah wawancara televisi tak lama setelah dia kembali pulang ke Teheran, Iran. AP PhotoShahram Amiri dalam sebuah wawancara televisi tak lama setelah dia kembali pulang ke Teheran, Iran.
EditorErvan Hardoko

"Kita mendapatkan sebuah masalah diplomatik, masalah "psikologis", bukan masalah legal. Teman kita harus diizinkan pergi," demikian isi surat dari Richard Morningstar, mantan utusan Kemenlu AS untuk urusan energi Eurasia.

"Lagipula teman kita ini tak bisa berbuat apapun. Jika dia ingin pergi, biarkan saja," tambah Morningstar

Meski email ini tidak menyebutkan nama "teman" itu tetapi diasumsikan orang yang menjadi pokok pembicaraan adalah Shahram Amiri.

Sebuah surat elektronik lain dikirim Jake Sullivan pada 12 Juli 2010, juga diyakini merujuk pada Shahram, beberapa saat sebelum dia muncul di Kedubes Pakistan di Washington DC.

"Pria ini...mendatangi bagian urusan negaranya karena dia tak senang dengan waktu yang terbuang untuk memfasilitasi kepergiannya. Ini bisa menimbulkan sebuah berita diplomatik dalam 24 jam mendatang," ujar Sullivan.

Digantung

Juru bicara pemerintah Iran, Gholamhosein Mohseni Ejehi mengatakan, Shahram memiliki akses ke informasi paling rahasia negeri itu dan terkait dengan musuk Iran nomor satu yaitu Amerika Serikat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ejehi menambahkan, Amiri sudah diadili dan dijatuhi hukuman mati yang kemudian dikukuhkan pengadilan banding. Namun, Ejehi tidak menjelaskan alasan pemerintah Iran tidak memublikasikan tuduhan kepada Shahram.

Kabar tentang Shahram Amiri, ilmuwan kelahiran 1977 itu, sangat sedikit sejak dia kembali ke negerinya.

Tahun lalu, ayah Shahram kepada BBC Persia mengatakan, putranya ditahan di sebuah lokasi rahasia.

Pada Selasa pekan lalu, Iran mengumumkan telah mengeksekusi sejumlah pelaku kriminal, yang sebagian besar adalah anggota militan Kurdi.

Setelah kabar eksekusi itu, beredar obituari Shahram di kota kelahirannya Kermanshah, 500 kilometer baratdaya Teheran, seperti dikabarkan harian Shargh.

Stasiun televisi swasta di London yang dikelola kelompok pendukung Shah Iran yang digulingkan, Manoto, pada akhir pekan lalu mengabarkan Shahram telah dieksekusi.

Laporan BBC Farsi juga menyebutkan, ibu kandung Shahram mengatakan, di leher putranya terdapat bekas jeratan yang menguatkan dugaan pria itu menjalani hukuman gantung.

 

Halaman:


Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X