Kompas.com - 03/08/2016, 19:57 WIB
Korea Utara melakukan uji coba nuklir dalam beberapa pekan terakhir setelah uji coba keempat nuklirnya pada 6 Januari lalu. KCNAKorea Utara melakukan uji coba nuklir dalam beberapa pekan terakhir setelah uji coba keempat nuklirnya pada 6 Januari lalu.
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Sebuah peluru kendali balistik jarak menengah yang diluncurkan Korea Utara, Rabu (3/8/2016), mengudara sejauh 1.000 kilometer dan mendarat di wilayah perairan Jepang.

Kementerian Pertahanan Jepang, seperti dikutip dari laman Japan Today memastikan hulu ledak tersebut jatuh di zona ekonomi eksklusif Jepang.

Sejumlah media di Jepang melaporkan, rudal Korut ini merupakan yang pertama kali jatuh di wilayah Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe pun berang dengan kejadian ini. “Ini merupakan bentuk ancaman yang serius bagi Jepang, dan ini tak dapat dimaafkan karena mereka telah mengancam keamanan di Jepang," tegas Shinzo Abe.

Baik Pemerintah Jepang maupun Korea Selatan menyebut, uji coba peluru kendali ini merupakan yang terjauh yang dilakukan Korut.

Sementara itu, Komando Strategis Militer Amerika Serikat menyebut, pelepasan rudal yang dilakukan negeri Kim Jong Un itu tidak hanya satu.

Korut tercatat melepas dua rudal secara simultan. Salah satunya adalah yang masuk di ZEE Jepang, dan satu lainnya meledak sesaat setelah diluncurkan.

Sejauh ini belum ada informasi yang didapat dari Korut. Namun beberapa waktu terakhir, Korut sudah mengklaim bahwa mereka telah mampu menemukan teknologi rudal nuklir jarak jauh, yang mampu mencapai wilayah AS.

Terkait klaim itu, Kantor Kementerian Pertahanan Korsel menyangkahnya. Mereka meyakini Korut belum memiliki persenjataan tersebut.

Kendati demikian, sejumlah pakar persenjataan dari kalangan sipil menyebut Korut memiliki teknologi untuk memasangkan hulu ledak nuklir jarak pendek, Rodong dan Scud.

Kedua jenis misil itu disebut mampu menjangkau wilayah Korea Selatan dan Jepang. 

Berdasarkan pernyataan dari Pemerintah Korsel dan Jepang, salah satu misil Rodong diluncurkan dari Provinsi Hwanghae di Korut.

Rudal itu terbang melintasi wilayah udara Korut, sebelum jatuh di perairan antara Jepang dan semenanjung Korea.

Komisi bersama di Seoul dalam pernyataannya pun mengecam keras peluncuran misil Korut. Mereka menilai, Korut secara langsung telah "unjuk gigi" dan menebar ancaman bahwa mereka mereka memiliki rudal yang mampu menjangkau wilayah Korsel dan negara tetangga lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X