Kompas.com - 02/08/2016, 06:24 WIB
EditorErvan Hardoko

TEL AVIV, KOMPAS.com - Angkatan bersenjata Israel melarang para prajuritnya bermain Pokemon Go karena khawatir tanpa sengaja mereka akan mengungkap rahasia militer.

Aplikasi permainan ini memang mengharuskan pemain mengizinkan akses ke lokasi dan kamera telepon genggam mereka.

Hal inilah yang dikhawatirkan para petinggi militer Israel bisa menyebarkan informasi sensitif seperti lokasi pangkalan militer dan foto kondisi di dalamnya.

Militer Israel juga khawatir muncul versi palsu Pokemon Go yang tak diketahui penggunanya yang membuat mereka dengan sukarela memberikan semua informasi yang diminta.

Para pakar keamanan juga memperingatkan bahwa popularitas permainan ini membuat masyarakat tanpa ragu mengunduh versi palsunya sehingga berpotensi untuk mengekspos informasi di dalam telepon mereka.

Berbagai institusi lain di Israel juga memperingatkan warga negeri itu terkait bahaya terlalu asyik mengejar Pikachu dan kawan-kawannya.

Asosiasi Kanker Israel menyarankan agar para pemain Pokemon Go nekat mengejar Pikachu keluar rumah di siang bolong untuk menghindari sengatan sinar matahari yang berlebihan.

"Di dalam permainan itu para penangkap Pokemon digambarkan selalu mengenakan topi. Sehingga di dunia nyata, pastikan Anda menggunakan topi sebelum keluar rumah di siang hari," demikian Asosiasi.

Di sisi lain, perusahaan asuransi AIG mencoba mengambil keuntungan dari demam Pokemon Go ini dengan menawarkan polis asuransi yang menanggung korban kecelakaan akibat permainan di telepon genggam.

Yifat Reiter dari AIG mengatakan, perusahaannya sudah menerima banyak permintaan polis asuransi kecelakaan untuk para pemain Pokemon Go.

Namun, demam Pokemon Go ini tak bisa dinikmati warga Palestina karena layanan internet kecepatan tinggi untuk telepon genggam tak tersedia di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Di bawah kesepakatan perdamaian sementara, Israel mengendalikan jaringan nirkabel di wilayah Palestina.

Belum lama ini Israel menyatakan segera mengizinkan akses internet berkecepatan tinggi di Tepi Barat, meski teknologi itu belum terwujud.

Serikat Telekomunikasi Internasional (ITU), salah satu badan PBB menyebut, Palestina adalah satu dari sedikit negara di dunia yang masih menggunakan teknologi 2G untuk jaringan internetnya.

Neil Samsoum (26), seorang animator asal Jalur Gaza adalah salah satu orang pertama yang mengunduh Pokemon Go di Palestina.

Dia mengatakan sudah menangkap tiga Pokemon setelah menginstal layanan internet 2G yang sangat mahal dari satu-satunya penyedia jaringan telepon nirkabel di Gaza.

"Saya berhenti bermain karena ongkosnya terlalu mahal buat saya," kata Samsoum.

Selain itu, kata Samsoum, ada halangan lain misalnya Pokemon yang dia kejar berada di gedung Dewan Legislatif Palestina, kawasan terbatas yang dikendalikan Hamas, penguasa Jalur Gaza.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.