Duterte Umumkan Gencatan Senjata dengan Pemberontak Komunis

Kompas.com - 25/07/2016, 18:04 WIB
Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte memeriksa pasukan sebelum acara pelantikan kepala Polisi Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa, di Kamp Crame, Manila, 1 Juli 2016. Rodrigo menjadi Presiden Ke-16 Filipina setelah unggul dari 4 kandidat lainnya. AFP PHOTO / NOEL CELISPresiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte memeriksa pasukan sebelum acara pelantikan kepala Polisi Nasional Filipina, Ronald Dela Rosa, di Kamp Crame, Manila, 1 Juli 2016. Rodrigo menjadi Presiden Ke-16 Filipina setelah unggul dari 4 kandidat lainnya.
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Senin (25/7/2016), mengumumkan gencatan senjata dengan para pemberontak komunis dan meminta para pemberontak bekerja sama.

Duterte mengumumkan gencatan senjata ini dalam pidato kenegaraan pertamanya di hadapan Kongres sembari menata dasar untuk pembicaraan damai dengan pemberontak komunis yang dijadwalkan digelar di Norwegia bulan depan.

"Untuk menghentikan kekerasan dan menciptakan perdamaian, maka saya menyatakan gencatan senjata sepihak," kata Duterte sambil meminta pemberontak melakukan hal yang sama.

Pemberontakan komunis Filipina pecah sejak 1960-an dan menjadi perlawanan terhadap pemerintah yang paling panjang dan telah menewaskan setidaknya 30.000 orang.

Militer Filipina mengatakan, jumlah pemberotak komunis saat ini kurang dari 4.000 orang, menurun jauh dari 26.000 orang pada 1980-an.

Namun, pemberontak ini masih mendapat dukungan kuat di kawasan pedesaan yang miskin. Pasukan komunis juga kerap membunuh prajurit pemerintah dan memeras para pebisnis lokal.

Pendahulu Duterte, Benigno Aquino langsung menggelar negosiasi begitu menjabat pada 2010. Namun, perundingan berhenti pada 2013 setelah Aquino menuding pemberontak tak tulus dalam mencari penyelesaian politis.

Pembicaan damai terhenti sama sekali setelah pemerintah Aquino menolak tuntutan pemberontak untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang dipenjara.

Duterte, yang berkuasa sejak 30 Juni dan menyebut pemimpin pemberontak yang mengasingkan diri Jose Maria Sison sebagai teman, telah menawarkan pembebasan beberapa tahanan.

Para pembantu dekat Duterte meyakini, mantan wali kota Davao  ini sudah menjalin pembicaraan dengan Sison dan beberapa pemimpin senior komunis.

Dalam pembicaraan itu, beberapa hal disepakati termasuk negosiasi damai di Norwegia bulan depan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X