Kompas.com - 22/07/2016, 11:24 WIB
EditorErvan Hardoko

BANJUL, KOMPAS.com - Pemerintah Gambia, Kamis (21/7/2016), menerbitkan undang-undang yang melarang pernikahan anak-anak dan menerapkan hukuman berat bagi para pelanggar.

Di bawah undang-undang baru ini, seorang pria yang menikahi seorang gadis di bawah umur terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Sementara, orangtua gadis di bawah umur itu diancam penjara 21 tahun dan pemuka agama yang mengesahkan pernikahan itu juga diancam hukuman penjara.

Undang-undang ini juga menyebutkan bahwa seseorang yang mengetahui tetapi tidak melaporkan pernikahan seorang gadis di bawah usia 18 tahun juga terancam hukuman penjara 10 tahun.

Presiden Gambia Yahya Jammeh sejak bulan lalu sudah mengumumkan rencana pemberlakuan undang-undang baru ini sebab praktik pernikahan anak-anak tak sesuai dengan agama Islam yang dipeluk 95 persen dari 1,8 juta warga negeri itu.

"Undang-undang ini diberlakukan untuk menekan praktik yang lama dilakukan masyarakat kita dengan cara mengkriminalkan pernikahan anak," kata Menteri Kehakiman Mama Fatima Singhateh.

"Saya berharap undang-undang ini akan menjadi penangkal mereka yang berusaha melanggar," tambah Singhateh.

Pada Desember 2015, anggota parlemen Gambia meloloskan undang-undang yang mengkriminalkan sunat perempuan dan mengancam pelanggar dengan hukuman penjara selama tiga tahun.

Undang-undang anti-sunat perempuan itu dirilis hanya satu bulan setelah Presiden Yahya Jammeh menyebut praktik sunat perempuan adalah tindakan kriminal dan memerintahkan penghentian tradisi itu.

Gambia adalah sebuah negara di Afrika Barat yang ketiga sisinya berbatasan dengan Senegal sementara sisi lainnya berhadapan dengan Samudera Atlantik.

Negara seluas 10.689 kilometer ini hanya memiliki penduduk 1,8 juta jiwa yang sebagian besar adalah nelayan dan petani.

Sayangnya, sepertiga penduduk negeri ini masih hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan kurang dari 2 dolar AS sehari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.