Kompas.com - 20/07/2016, 08:32 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah rumah sakit di negara bagian Gujarat, India meluncurkan inovasi untuk meningkatkan jumlah anak perempuan di India.

Caranya, rumah sakit  ini menawarkan untuk membebaskan semua biasa perawatan dan persalinan bagi setiap ibu yang melahirkan anak perempuan.

RS Sindhu di Ahmedabad mengatakan, tawaran spesial ini dilakukan untuk membantu "merayakan kelahiran seorang anak perempuan".

"Selama bertahun-tahun, kami memerhatikan sebagian besar ibu yang akan melahirkan berharap memiliki anak laki-laki," kata direktur operasional RS Sindhu Mahadev Lohana kepada harian The Times of India.

"Permen akan kami bagikan untuk kelahiran anak laki-laki tetapi kelahiran anak perempuan akan disambut dengan cara berbeda," tambah Mahadev.

Di bawah skema yang dijalankan RS Sindhu, maka ibu yang melahirkan anak perempuan akan menghemat biaya persalinan hingga 7.000 rupee atau sekitar Rp 1,4 juta untuk persalinan normal.

Sedangkan, jika persalinan harus dilakukan dengan cara operasi caesar maka biaya yang dihemat mencapai 20.000 rupee atau sekitar Rp 3,4 juta.

Skema yang dijalankan rumah sakit ini adalah bagian dari sebuah upaya untuk melindungi janin dan bayi perempuan di negeri itu.

Sebab, sebagian besar keluarga di India masih memilih untuk mendapatkan anak laki-laki dan kelahiran anak perempuan biasanya disambut dengan kekecewaan.

Bahkan, jutaan janin yang dipastikan berkelamin perempuan digugurkan setiap tahun di India.

Pemeriksaan kelamin bayi sebelum kelahiran telah dilarang di India sejak 1994 dan pelakunya diancam hukuman penjara maksimal selama lima tahun.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah tingginya aborsi yang dilakukan berdasarkan jenis kelamin janin di dalam kandungan.

Pada 2011, jurnal kesehatan The Lancet mengungkapkan bahwa selama tiga dekade terakhir 12 juta bayi perempuan digugurkan di India.

Dua pertiga perempuan di pedesaan India melahirkan anak-anak mereka di rumah, membuat pemerintah kesulitan melindungi para bayi perempuan itu.

PM India Narendra Modi tahun lalu meluncurkan program "Beti Bachao Abhiyan" atau selamatkan anak-anak perempuan untuk membantu mengurangi pengguguran janin bayi perempuan.

Modi meminta para ayah membuat "selfie" bersama putri mereka dan mengunggahnya ke dunia maya tepat di Hari Perempuan Internasional untuk meningkatkan pemahaman rakyat India.

Di negara bagian Gujarat tercatat terdapat 890 anak perempuan setiap 1.000 anak laki-laki. Angka ini di bawah level nasional yaitu 919 anak perempuan dari 1.000 anak laki-laki.

Di negara bagian Haryana, jumlah anak perempuan jauh lebih sedikit lagi yaitu 834 orang anak perempuan dari 1.000 anak laki-laki. Semua data ini berdasarkan sensus pada 2011.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.