Pasca-kudeta Turki, 103 Jenderal Ditahan dan 8.000 Polisi Dipecat - Kompas.com

Pasca-kudeta Turki, 103 Jenderal Ditahan dan 8.000 Polisi Dipecat

Kompas.com - 18/07/2016, 15:45 WIB
AFP / OZAN KOSE Tentara Turki berjaga dengan senjata di Taksim Square, saat sejumlah orang memprotes melawan kudeta militer di Istanbul, Sabtu (16/7/2016) waktu setempat. Upaya kudeta terjadi pada Jumat malam setelah militer mengeluarkan pernyataan telah mengambil alih kekuasaan untuk mengembalikan aturan dan demokrasi di negeri itu.

ANKARA, KOMPAS.com - Sekitar 8.000 personel polisi di seluruh Turki dipecat menyusul kudeta militer yang gagal sebagai langkah pembersihan yang dilakukan pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Tak hanya itu, sebanyak 103 jenderal dan laksamanan ditahan menyusul kudeta yang gagal menggulingkan Presiden Erdogan yang terjadi pada pekan lalu.

Sebelumnya, sebanyak 6.000 anggota militer, aparat kehakiman dan berbagai institusi negara ditangkap menyusul bentrokan di Istanbul dan Ankara yang menewaskan setidaknya 290 orang.

Dari semua tersangka yang ditangkap ini, tak kurang dari 100 orang yang diyakini terkait dengan kudeta yang terjadi pada Jumat pekan lalu itu.

Militer Turki melakukan percobaan penggulingan kekuasaan pekan lalu. Tentara menutup jembatan Bosphorus, sejumlah tank ditempatkan di bandara Ataturk dan militer merebut sejumlah kantor media massa.

Namun, upaya kudeta itu gagal setelah warga kota Istanbul, Ankara dan lain-lain turun ke jalan memenuhi seruan sang presiden yang saat itu beribur di sebuah kota wisata Laut Tengah.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X