Imbas Kudeta Militer Turki, Penerbangan di Bandara Ataturk "Delay" hingga 6 Jam

Kompas.com - 16/07/2016, 12:57 WIB
Situasi di ruang tunggu Bandara Antalya, Turki, Sabtu (16/7/2016). Tidak terlihat ada pengamanan ketat, tidak ada tentara atau polisi.  Bandara ini tak terpengaruh oleh rencana kudeta yang gagal di Ankara dan Istanbul. Kompas.com/Prasetyo Eko PSituasi di ruang tunggu Bandara Antalya, Turki, Sabtu (16/7/2016). Tidak terlihat ada pengamanan ketat, tidak ada tentara atau polisi. Bandara ini tak terpengaruh oleh rencana kudeta yang gagal di Ankara dan Istanbul.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat kudeta oleh sekelompok elemen militer Turki, penerbangan di Bandara Ataturk terlambat. Salah satunya adalah penerbangan menuju ke Jakarta.

"Posisi saat ini di bandara pukul 07.10 (waktu Turki). Matahari sudah terang. Saya tetap duduk mengamati situasi dan layar pengumuman penerbangan yang semakin banyak delayed," kata anggota Delegasi Republik Indonesia (DelRI) untuk 40th World Heritage Site, Muhammad Muslich, saat dihubungi KompasTravel dari Jakarta Sabtu (16/7/2016) pukul 11.15 WIB.

Ia menjelaskan, banyak maskapai penerbangan yang mengalami penundaan maupun dibatalkan. Menurut Muslih, penerbangan tujuan Jakarta belum muncul di layar informasi.

"Saya dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Timbul Batubara dari Istanbul mau menuju Jakarta dengan pesawat Turkish Airline Sabtu pukul 02.00 dini hari waktu Istanbul. Sampai sekarang sudah delay 6 jam," kata dia.

Forum 40th World Heritage Site diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada 10-20 Juli 2016. Forum yang membahas situs warisan budaya dunia itu diikuti oleh 21 perwakilan negara-negara di dunia anggota World Heritage Commitee.

Adapun tim DelRI untuk 40th World Heritage Site di Istanbul berjumlah 11 orang. Anggota delegasi terdiri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, ahli bidang warisan alam, ahli bidang warisan budaya, Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, tim duta besar untuk UNESCO, dan mitra pemerintah Wildlife Conservation Society (WCS).

Sekelompok elemen militer Turki mengklaim telah menguasai negeri itu pada Sabtu (16/7/2016) malam waktu setempat dan langsung memicu bentrokan berdarah di Istanbul dan Ankara.

Fotografer AFP melaporkan telah menyaksikan tentara menembaki warga yang berkumpul di dekat salah satu jembatan Selat Bosphorus di Istanbul. Sementara itu, kantor berita Anadolu mengabarkan, gedung parlemen Turki di Ankara diserang dengan menggunakan bom.

Saat ini, Pemerintah Turki mengumumkan telah mengendalikan situasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.