Inggris Bersiap Lantik May Jadi Perdana Menteri Gantikan Cameron - Kompas.com

Inggris Bersiap Lantik May Jadi Perdana Menteri Gantikan Cameron

Kompas.com - 12/07/2016, 11:54 WIB
LEON NEAL / AFP Mendagri Inggris Theresa May saat berjalan ke kantor PM David Cameron di Downing Street 10 untuk menghadiri rapat kabinet. Theresa menjadi kandidat kuat pengganti Cameron yang menyatakan mundur pasca-kalah dalam referendum Brexit.

LONDON, KOMPAS.com - Inggris bersiap melantik Menteri Dalam Negeri, Theresa May, menjadi perdana menteri baru menggantikan David Cameron yang akan mengundurkan diri, Rabu (13/7/2016).

Pengunduran diri Cameron memungkinkan May untuk menjadi pemimpin berikutnya di Inggris.

"Dia kuat, dia cakap dan mampu, menjadi pemimpin yang diperlukan negara kita dalam tahun-tahun mendatang. Dia akan mendapat dukungan penuh dari saya," kata Cameron, Senin (11/7/2016).

Cameron mengatakan, pada Rabu besok dia akan menghadiri sidang Majelis Rendah  untuk menjawab pertanyaan.

"Setelah itu saya berharap untuk pergi ke Istana dan menyampaikan pengunduran diri saya, jadi kita akan mempunyai perdana menteri baru, Rabu malam," tambah Cameron.

May dan Menteri Energi Andrea Leadsom tadinya diduga akan bersaing untuk menjadi pemimpin Konservatif untuk menggantikan Cameron.

Leadsom telah mengumumkan pengunduran dirinya. Dengan demikian, May sebagai calon tunggal.

May menggantikan Cameron yang mengundurkan diri karena gagal membawa pemilih Inggris untuk memilih tetap bertahan di Uni Eropa, dalam referendum Juni lalu.

"Kampanye kepemimpinan selama sembilan minggu" pada saat Inggris sedang melakukan negosiasi untuk menarik diri dari Uni Eropa adalah "sangat tidak dikehendaki," kata Leadsom.

Menteri Energi Inggris itu juga menambahkan, May adalah "pemimpin yang tepat untuk merundingkan Brexit dengan syarat-syarat yang terbaik bagi bangsa Inggris."

Setelah dikukuhkan, May akan menjadi perdana menteri perempuan kedua setelah Margaret Thatcher.

Tantangan pertama yang dihadapi May adalah seruan dari pihak oposisi untuk mengadakan pemilihan umum lebih awal.

Pemilihan baru dijadwalkan pada 2020, tetapi sebuah pemilihan mendadak bisa diselenggarakan jika dua pertiga anggota parlemen menyetujuinya.

Pejabat pemerintah dan Istana Buckingham, Senin (11/7/2016) telah bersiap-siap untuk melantik May sebagai perdana menteri baru dan menghuni Downing Street,  mulai Rabu (12/7/2016).


EditorPascal S Bin Saju

Close Ads X