Remaja di India Minta Ibu Kandungnya Dihukum Mati

Kompas.com - 11/07/2016, 20:58 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorErvan Hardoko

NEW DELHI, KOMPAS.com - Seorang remaja di negara bagian Bihar, India menginginkan ibu kandungnya dijatuhi hukuman mati setelah perempuan itu dituduh menyewa seseorang untuk membunuh suaminya.

Saat ini, kata kepolisan setempat, perempuan itu bersama sang pembunuh bayaran sudah berada di dalam tahanan.

Perempuan itu membunuh suaminya karena mengetahui perselingkuhannya dengan seorang pemuda.

"Ayah sangat mencintai kami, tetapi ibu malah membunuhnya. Saya tak akan pernah memaafkan dia. Saya ingin ibu dihukum mati," ujar remaja bernama Sunny Kumar itu, Senin (11/7/2016).

Sunny mengatakan, ayahnya, Ashok Kumar Singh yang berprofesi sebagai seorang pelukis, adalah orang yang sangat baik.

"Saya lebih baik mati jika harus hidup bersama ibu," kata Sunny yang untuk sementara tinggal di kediaman pamannya.

Pembunuhan Ashok Kumar pada akhir pekan lalu memicu aksi protes di desa tempat tinggal pria itu. Bahkan sang istri, Rani Devi, yang ikut dalam unjuk rasa warga menangis histeris dan meminta pelaku pembunuhan ditangkap.

Aksi berlebihan Rani Devi itu malah membuat polisi curiga. Setelah melakukan investigasi, polisi menemukan bahwa Rani Devi (40) bersekongkol dengan kekasihnya untuk membunuh Ashok Kumar Singh.

Menurut polisi, Rani memberi 50.000 rupee atau sekitar Rp 9,7 juta kepada sang pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya. Rani baru memberi uang muka sebesar Rp 3,9 juta saat sang pembunuh ditangkap polisi.

"Kasus ini sudah terungkap. Pembunuhan ini dirancang sang istri yang ternyata memiliki hubungan gelap dengan seorang pemuda," kata kepala kepolisian setempat, Rakesh Kumar.



Sumber Gulf News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X