Rivalnya Mengundurkan Diri, Theresa May Calon Kuat PM Baru Inggris

Kompas.com - 11/07/2016, 19:05 WIB
Mendagri Inggris Theresa May saat berjalan ke kantor PM David Cameron di Downing Street 10 untuk menghadiri rapat kabinet. Theresa menjadi kandidat kuat pengganti Cameron yang menyatakan mundur pasca-kalah dalam referendum Brexit. LEON NEAL / AFP Mendagri Inggris Theresa May saat berjalan ke kantor PM David Cameron di Downing Street 10 untuk menghadiri rapat kabinet. Theresa menjadi kandidat kuat pengganti Cameron yang menyatakan mundur pasca-kalah dalam referendum Brexit.
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - Theresa May menjadi calon tunggal perdana menteri baru Inggris, setelah satu-satunya rival mengundurkan diri di tengah gejolak politik pasca-referendum Brexit, Senin (11/7/2016).

Andrea Leadsom, yang dihujani kritik karena menyebut dirinya lebih berkualitas dibanding Theresa May karena memiliki anak, mengatakan, pertarungan jangka panjang menuju tampuk kekuasaan bukanlah keinginannya.

"May secara ideal harus berkuasa untuk mengimplementasikan Brexit sebaik-baiknya untuk rakyat Inggrism" kata Leadsom dalam pernyataan pengunduran dirinya dari persaingan di Partai Konservatif.

Setelah referendum menyatakan Inggris harus keluar dari Uni Eropa, PM David Cameron langsung menyatakan mundur dari jabatannya. Pengganti sang perdana menteri akan diumumkan pada 9 September mendatang.


Meski kini Theresa May adalah satu-satunya kandidat kuat pemimpin Partai Konservatif, belum dapat dipastikan apakah dia akan secara otomatis menggantikan Cameron, atau para politisi Partai Konservatif akan memilih satu kandidat lain untuk menantang Theresa.

Theresa May (59), yang kini menjabat menteri dalam negeri, berpeluang besar menjadi perdana menteri perempuan pertama setelah Margaret Thatcher.

Dia sudah melangsungkan kampanye dengan menjanjikan akan memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa dan tidak mendukung para penentang Brexit.

"Brexit berarti Brexit dan kita akan menyukseskan hal itu," ujar Theresa dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Tak akan ada upaya untuk mempertahankan Inggris di dalam Uni Eropa, juga tak ada upaya bergabung kembali lewat pintu belakang dan tak akan ada referendum kedua," tambah dia.

"Saya akan memastikan Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa," lanjut Theresa.

Dia menjanjikan, akan menggelar pembicaraan resmi terkait proses meninggalkan Uni Eropa pada akhir tahun ini meski para pemimpun UE mendesak agar Inggris bergerak cepat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X