Duterte Baru Berkuasa Sepekan, Setiap Hari Polisi Filipina Tembak 10 Penjahat

Kompas.com - 08/07/2016, 20:48 WIB
Petugas kamar mayat menangkut jasad seorang tersangka pengedar narkoba yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Manila, Filipina. TED ALJIBE / AFPPetugas kamar mayat menangkut jasad seorang tersangka pengedar narkoba yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Manila, Filipina.
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Seorang aktivis HAM sekaligus anggota parlemen dari kelompok oposisi menilai perang melawan kejahatan yang didengungkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte sudah tak terkendali.

"Perang melawan kejahatan yang dicanangkan Presiden Duterte sudah tak terkendali dan menciptakan sebuah negara tanpa hakim, tanpa hukum dan tanpa alasan," kata Ketua Free Legal Assitance Group, Jose Manuel Diokno, Jumat (8/7/2016).

Diokno, yang juga adalah pakar hukum ternama di Filipina, menyamakan aksi perang melawan kejahatan ini dengan kebijakan mendiang diktator Ferdinand Marcos.

Selama 20 tahun berkuasa, sebelum digulingkan revolusi rakyat pada 1986, Marcos diyakini membunuh ribuan orang yang dianggap lawan-lawan politiknya.

Pernyataan Diokno ini dipicu klaim kepolisian yang mengklaim sudah menewaskan 103 tersangka pengedar narkoba yang melawan saat hendak ditangkap. Meski demikian, polisi menyatakan tindakan mereka masih berada di dalam koridor hukum.

"Mereka membahayakan jiwa para petugas kami yang terpaksa harus membela diri," kata juru bicara kepolisian Filipina, Dionaldo Carlos.

Sejak Duterte resmi dilantik pada 30 Juni lalu, polisi menembak mati rata-rata 10 orang tersangka pelaku kriminal setiap hari. Angka ini berdasarkan hitungan harian yang dilakukan koran terbitan Manila, Daily Inquirer.

Sebanyak 43 orang tewas dalam operasi kepolisian, sementata 29 orang lainnya, lima di antaranya belum teridentifikasi, adalah korban "main hakim sendiri".

Di antara korban tewas adalah seorang polisi yang ditemukan terikat di sebuah tiang pada Kamis (7/7/2016). Di dadanya tergantung poster yang menyebut korban adalah polisi pecandu narkoba.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X