Hasil Penelitan: 2,3 Juta Warga Inggris Menyesal Telah Memilih “Brexit “

Kompas.com - 01/07/2016, 22:00 WIB
Kelompok pro Uni Eropa, Jumat (24/6/2016), kecewa atas hasil referendum Uni Eropa yang digelar hari sebelumnya, yang menunjukkan Inggris keluar dari blok tersebut (Brexit). Getty Images/R StothardKelompok pro Uni Eropa, Jumat (24/6/2016), kecewa atas hasil referendum Uni Eropa yang digelar hari sebelumnya, yang menunjukkan Inggris keluar dari blok tersebut (Brexit).
EditorPascal S Bin Saju

LONDON, KOMPAS.com - Hasil penelitian terbaru di Inggris menunjukkan, 2,3 juta pemilih “leave” atau Inggris keluar dari Uni Eropa, yang dikenal dengan Britain Exit atau Brexit, menyesalkan pilihannya.

Jika referendum kedua dimungkinkan,  demikian hasil penelitian,  Inggris akan tetap berada di Uni Eropa, yang diinginkan kubu Britain Remain atau Brimain pimpinan Perdana Menteri David Cameron.

Hingga 7 persen dari orang-orang yang memilih Leave untuk Brexit di referendum Uni Eropa sekarang menyesal atas pilihan mereka sendiri, demikian kata The Independent, Jumat (1/7/2016)

Ketika hasil survei diproyeksikan ke para pemilih pekan lalu, Kamis (23/6/2016), mereka akan mengurangi jumlah pemilih “leave” hingga 2,3 juta, membalikkan hasil menjadi “remain”.

Penelitian oleh Opinium menemukan, 3 persen dari mereka yang memilih “remain” juga menyesali pilihan mereka.

Rakyat Inggris sekarang terfokus pada prioritas dalam negosiasi ke depan, untuk melanjutkan program “leave” dan negosiasi untuk keluar secara resmi dari blok UE.

Lebih dari setengah dari mereka yang telah disurvei juga merasa, baik ekonomi maupun posisi Inggris di dunia, telah memburuk.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, satu dari 10 orang mengatakan mereka tidak percaya Brexit akan dilaksanakan.

"Saya berharap kami memiliki kesempatan untuk memilih lagi," kata Mandy Suthi, warga yang memilih “leave” dan menambahkan bahwa ia "sangat kecewa" atas pilihannya.

"Saya pribadi yang memilih ‘leave’ meyakini kebohongan ini. Saya menyesal lebih dari apa pun, saya merasa suara saya benar-benar dirampok," kata Khembe Gibbons, penjaga pantai dari Bury St Edmunds.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X