Mahkamah Agung Jepang Kukuhkan Pengawasan terhadap Umat Muslim

Kompas.com - 30/06/2016, 11:48 WIB
Umat Muslim Jepang menjalankan shalat di sebuah masjid di Tokyo untuk mendoakan kebebasan dua warga negeri itu yang disandera ISIS. Reuters/IndependentUmat Muslim Jepang menjalankan shalat di sebuah masjid di Tokyo untuk mendoakan kebebasan dua warga negeri itu yang disandera ISIS.
EditorErvan Hardoko

TOKYO, KOMPAS.com - Mahkaman Agung Jepang mengukuhkan keputusan pemerintah untuk menggelar pengawasan ketat terhadap komunitas Muslim negeri itu.

Mahkamah menolak banding kedua yang diajukan komunitas Muslim Jepang menentang apa yang mereka sebut sebagai invasi inkonstitusional terhadap kebebasan beragama dan kehidupan pribadi mereka.

Pada 2010, sebanyak 114 dokumen kepolisian tentang pengawasan terhadap komunitas Muslim Jepang bocor.

Ratusan dokumen itu mengungkap, pengawasan dilakukan di berbagai masjid, restoran halal dan organisasi Islam di seluruh ibu kota Tokyo.

Hanya dalam beberapa pekan, data-data itu diunduh hingga 10.000 kali di 20 negara lewat sebuah situs berbagi dokumen.

Akhirnya sebanyak 17 warga Muslim Jepang, sebagian besar berdarah Timur Tengah dan Afrika Utara, memutuskan untuk menggugat pemerintah Jepang karena melanggar hak konstitusional mereka.

Mohamed Fujita, warga Jepang yang memeluk Islam lebih dari 20 tahun lalu, adalah satu dari 17 warga Muslim yang mengajukan gugatan.

"Mereka membuat kami menjadi tersangka terorisme, padahal kami tak pernah melakukan kesalahan," kata Fujita kepada Al Jazeera.

Pada 31 Mei lalu, Mahkamah Agung Jepang akhirnya menolak gugatan Fujita dan kawan-kawan setelah melalui dua kali banding.

Mahkamah Agung memberikan kompensasi sebesar 90 juta yen atau sekitar Rp 11,5 miliar karena kehidupan pribadi mereka terganggu terkait bocornya data kepolisian tersebut.

Namun, hakim mengukuhkan keputusan pengadilan di level lebih rendah yang telah menetapkan bahwa pengawasan dan profiling terhadap komunitas Muslim diperlukan dan tak bisa dihindari untuk mencegah aksi terorisme.

"Kami disebut tidak memiliki kasus konstitusional, kami masih mencoba memahami bagaimana kasus ini tidak konstitusional," kata Junko Hayashi, kuasa hukum para penggugat.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X