PM Inggris David Cameron Akan Letakkan Jabatan pada Oktober 2016 - Kompas.com

PM Inggris David Cameron Akan Letakkan Jabatan pada Oktober 2016

Kompas.com - 24/06/2016, 15:20 WIB
CFR/James McBride Perdana Menteri Inggris David Cameron

LONDON, KOMPAS.com – Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, ia akan meletakkan jabatan pada Oktober mendatang setelah rakyat memilih keluar dari Uni Eropa.

"Saya tidak berpikir itu akan tepat bagi saya menjadi kapten yang mengarahkan negara kita ke tujuan berikutnya," katanya di luar kantornya di Downing Street, Jumat (24/6/2016).

Cameron selama ini giat berkampanye untuk mengajak seluruh rakyat Inggris agar memilih “remain” atau tetap bertahan di blok UE.  Namun, hasilnya justru tidak seperti yang dia harapkan.

Sebanyak 51,9 persen rakyatnya memilih untuk  “leave” atau keluar dari UE, di mana Inggris telah bergabung selama 43 tahun sejak blok 28 negara itu dibentuk tahun 1957 atau 60  tahun silam.

Hanya 48,1 persen suara yang memilih agar Inggris tetap tinggal di UE.  Meski telah menyatakan akan mundur, Cameron berjanji untuk terus mengawal pasca-referendum hingga Oktober.

Cameron mengatkan, penggantinya harus melakukan proses formal bagi Inggris dan mempersiapkan berbagai langkah untuk Inggris benar-benar bisa keluar dari UE.

"Saya juga akan meyakinkan warga Inggris yang tinggal di negara-negara Eropa dan warga Eropa yang tinggal di sini bahwa tidak akan ada perubahan langsung dengan kehidupan Anda," katanya.

Diapit oleh istrinya Samantha, Cameron mengatakan ia telah berjuang untuk mempertahankan keanggotaan Inggris di UE  dari "kepala, hati dan jiwa, semuanya dipertaruhkan”.

"Rakyat Inggris telah membuat keputusan yang sangat jelas untuk mengambil jalan yang berbeda dan dengan demikian, saya pikir negara membutuhkan kepemimpinan baru atas jalan ini," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPascal S Bin Saju

Terkini Lainnya

Pipa Bocor di Puri Kembangan Jakbar karena Tertabrak Mobil

Pipa Bocor di Puri Kembangan Jakbar karena Tertabrak Mobil

Megapolitan
RUU Kekerasan Seksual, Ini PR Besar DPR yang Harus Tuntas!

RUU Kekerasan Seksual, Ini PR Besar DPR yang Harus Tuntas!

Edukasi
Terungkapnya Pembunuh Dufi, Pria yang Ditemukan Tewas di Dalam Drum

Terungkapnya Pembunuh Dufi, Pria yang Ditemukan Tewas di Dalam Drum

Megapolitan
Geledah 8 Lokasi di Medan dan Pakpak Bharat, KPK  Uang Rp 55 Juta di Rumah Bupati

Geledah 8 Lokasi di Medan dan Pakpak Bharat, KPK Uang Rp 55 Juta di Rumah Bupati

Nasional
Gara-gara Pakan Ayam, Polisi Sukses Tangkap Maling Motor Ini

Gara-gara Pakan Ayam, Polisi Sukses Tangkap Maling Motor Ini

Regional
Pipa Bocor di Puri Kembangan Jakbar, Air Menyembur ke Jalanan

Pipa Bocor di Puri Kembangan Jakbar, Air Menyembur ke Jalanan

Megapolitan
Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung 'Nge-gas'!

Ambil S-1 di Belanda? Kuliah di Minggu Pertama Langsung "Nge-gas"!

Edukasi
Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Saudi Dilaporkan Siksa dan Lecehkan Aktivis Perempuan

Internasional
Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Beda Sikap Gubernur dan Ketua DPRD DKI soal Pembangunan Stadion BMW

Megapolitan
Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Berandalan Bermotor Sukabumi Terlibat Bentrokan, Dihukum Bersihkan Tugu Adipura

Regional
5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

5 Fakta Tewasnya CLP di Indekos Mampang: Ditemukan di Lemari hingga Luka di Kepala...

Megapolitan
Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Menko PMK Pastikan Pembangunan Rumah Korban Gempa Berjalan Lancar

Nasional
Kuliah di Belanda Jangan Gampang 'Baper', Tahu Sebabnya?

Kuliah di Belanda Jangan Gampang "Baper", Tahu Sebabnya?

Edukasi
Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Berniat Menjemput Suami di Malaysia, Seorang Ibu Meninggal Usai Melahirkan di Kapal

Regional
5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

5 Turis India yang Mengemis dan Meramal di Nunukan Tak Bisa Bahasa Indonesia

Regional

Close Ads X