Bendera Pelangi di Kedubes AS di Jamaika Undang Reaksi Jaksa Agung

Kompas.com - 16/06/2016, 14:28 WIB
. ..
EditorGlori K. Wadrianto

KINGSTON, KOMPAS.com — Jaksa Agung Jamaika Malahoo Forte memandang pengibaran bendera pelangi di Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kota Kingston tidak menghormati hukum di Jamaika. 

Sebelumnya, bendera pelangi yang merupakan simbol dari komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transjender (LGBT), dikibarkan di kantor-kantor perwakilan AS di seluruh dunia.

Pengibaran bendera pelangi di bawah bendera kebangsaan AS merupakan bentuk penghormatan kepada para korban yang tewas dalam serangan di sebuah kelab malam di Orlando, Minggu dini hari lalu.

Dalam serangan yang dilakukan seorang bernama Omar Mateen tersebut, 49 orang tewas dan 53 lainnya terluka. 


Seperti dilansir laman UPI, Kamis (16/6/2016), bendera pelangi tersebut dikibarkan pula di Kedubes AS di Kingston. 

Padahal, di Jamaika, hubungan seks para kaum gay merupakan tindakan yang bisa dikriminalisasi, meskipun tak ada peraturan perundang-undangan yang melarang tentang homoseksualitas.

Di sisi lain, aktivis hak asasi manusia pun menangkap adanya budaya anti-gay di negara itu.  

Sebuah unggahan di media sosial dari Jaksa Agung Jamaika Malahoo Forte menyebutkan, dia mengecam tindakan penembakan di Orlando. Namun, pengibaran bendera pelangi di kantor Kedubes AS di Kingston pun merupakan bentuk ketidakhormatan AS atas hukum di Jamaika.

Unggahan itu langsung mendapat tanggapan dari pihak Kedubes AS di Jamaika. Mereka menulis, "Kami mendengar. Menjelaskan alasan legal? Ini adalah serangan teror dan kebencian yang ditargetkan kepada komunitas LGBT."

Komentar Forte ini menuai kecaman dari pengguna media sosial, dan dia pun dituduh menunjukkan kefanatikan. 

Kendati demikian, dua kelompok Kristen di Jamaika, yaitu The Lawyers' Christian Fellowship dan The Coalition for a Healthy Society, melontarkan pembelaannya. Meski mereka mengecam aksi penembakan di Orlando, tetapi menurut mereka pendapat Forte benar.

Selama ini, kedutaan besar secara teknis adalah wilayah teritorial negara yang bersangkutan. Demikian pula dengan Kedubes AS di Kingston, secara teknis adalah wilayah AS.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X