Kompas.com - 16/06/2016, 10:08 WIB
EditorPascal S Bin Saju

JERUSALEM, KOMPAS.com – Otoritas Israel di Jerusalem, Rabu (15/6/2016), mengesahkan pembangunan gedung permukiman tiga lantai, semacam rumah susun, di Jerusalem timur.

Gedung tersebut diperuntukkan pemukim Yahudi di salah satu permukiman Palestina.

Ratusan warga Yahudi, bersenjata atau dilindungi oleh pasukan keamanan Israel, sudah menetap di antara 50.000 warga Palestina di permukiman Silwan.

Kelompok propemukim telah berusaha memperoleh kembali harta di sana yang pernah menjadi milik orang Yahudi pada Abad XIX.

Seorang anggota senior Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Wasel Abu Yousef, mengecam keputusan otoritas Israel di Jerusalem tersebut.

"Pemerintah ini bergerak untuk menerapkan programnya membawa pemukim Yahudi dan memukimkan mereka di tempat warga Palestina,” kata Yousef.

Menurut dia, langkah Israel memukiman warga Yahudi di tengah-tengah warga Palestina adalah untuk mengubah kondisi demografik di Jerusalem.

Israel merebut Jerusalem Timur dalam perang tahun 1967 dan menganggap seluruh Jerusalem sebagai ibu kotanya yang tak terpisahkan.

Namun, langkah Israel itu tak pernah mendapat pengakuan internasional.

Rayat Palestina menghendaki Jerusalem Timur sebagai ibu kota negaranya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.