BANKOK, KOMPAS.com - Thailand terkenal maju dalam sektor pariwisatanya dengan menawarkan berbagai pilihan kepada wisawatan.
Pengelola tempat wisataThailand menawarkan kepada wisatawan berbagai atraksi, termasuk swafoto dengan harimau, naik gajah hingga tinju orangutan.
Semua itu dinilai oleh para aktivis hak-hak binatang sebagai hal yang kejam dan harus ditutup.
Petugas satwa liar menemukan puluhan anak harimau mati saat menyelamatkan 137 harimau dari sebuah kuil Buddha pekan lalu.
Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa tempat wisata lainnya bisa menjadi tempat untuk perdagangan hewan.
Kasus Kuil Harimau "hanya ujung gunung es", kata Jan Schmidt-Burbach, penasihat Perlindungan Satwa Dunia yang berkantor di Bangkok.
"Kami melihat peningkatan permintaan untuk hiburan satwa liar,” katanya.
“Ada transparansi yang terbatas pada apa yang terjadi di balik kejadian itu dan bagaimana tempat ini mengambil keuntungan dari binatang,” ujarnya.
Dalam penggerebekan selama sepekan di Kuil Harimau di Bangkok barat, petugas menemukan anak harimau, kulit dan bakai anak harimau di dalam kulkas, serta spesies yang dilindungi lainnya.
Tidak jelas mengapa Kuil Harimau itu menyimpan anak harimau yang tewas dan bagian-bagian tubuh harimau lainnya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.