Kompas.com - 07/06/2016, 13:17 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Di Jerman, terdapat lebih dari empat juta pemeluk agama Islam. Meski tak banyak terlihat ornamen Ramadhan di negeri itu, tidak berarti tak ada yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini.

Bagi mereka yang menjalankannya, tantangan terberat adalah ketika bulan puasa jatuh pada musim panas, seperti tahun ini.

Pasalnya, jarak waktu subuh ke maghrib menjadi lebih panjang. Tahun 2016 ini jaraknya mencapai 18 jam.

Baca: Ramadhan 2016, Warga Inggris dan Juga Eropa Berpuasa 19 Jam

Banyak pendatang Muslim di Jerman yang bekerja di sektor gastronomi alias jasa boga. Sebagian besar mereka harus bekerja sambil berpuasa.

Di musim panas, -saat suhu udara semakin panas, mereka tentu akan merasa letih dan lemas.

Umm Aziz yang bekerja di restoran mengakui kesulitannya dalam menjalankan ibadah puasa:

“Biasanya saya tiba di restoran tengah hari dan harus menyiapkan berbagai hidangan untuk malam hari. Pelanggan kami banyak yang keturunan Arab," kata dia.

"Setiap petang, mereka datang untuk berbuka puasa di sini, karena itulah saya menyiapkan berbagai jenis hidangan," sambung dia.

Pemilik sebuah restoran di kota Köln, Haider Omar, juga menceritakan kesulitannya dalam berpuasa.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.