Kompas.com - 03/06/2016, 19:29 WIB
|
EditorPascal S Bin Saju

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah dan dunia usaha nasional perlu segera memperkuat sinergi dalam menggarap peluang kerja sama dengan Seychelles dan Djibouti.

Direktur Afrika pada Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Lasro Simbolon, menyampaikan hal itu pada acara “Forum Koordinasi dan Dialog Penguatan Kerja Sama Berbagai Sektor RI dengan Seychelles dan Djibouti” di Bogor, Kamis (2/6/2016).

Pertemuan ini dihadiri para pejabat senior dari beberapa kementerian terkait, lembaga pemberintah, dan perwakilan dunia usaha.

Menurut Lasro, seluruh pemangku kepentingan nasional juga diharapkan untuk melakukan terobosan perdagangan dengan kedua negara.

Entah itu melalui peningkatan perdagangan langsung, peningkatan konektivitas, dan penguatan kerja sama perbankan.

Forum menyepakati rencana langkah-langkah konkret ke depan di berbagai sektor termasuk perdagangan, pariwisata, dan pengembangan kapasitas.

Dalam hal kerja sama dengan Seychelles, akan dilakukan ekspansi usaha dan ekspor produk-produk spa, kerajinan tangan, dan produk industri kreatif lainnya.

Selain itu, forum menyepakati pengiriman lebih banyak tenaga profesional Indonesia di bidang hospitalitas, kuliner, dan ahli konstruksi.

Forum juga sepakat untuk mendorong finalisasi dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara sekolah tinggi pariwisata.

Juga MoU kerja sama antarkementerian pariwisata kedua negara yang akan menjadi payung bagi kerja sama di masa datang.

Investor terbesar

Konsul Kehormatan Seychelles untuk RI, Nico Barito, yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut, berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil forum dialog.

Lebih lanjut, Nico Barito akan mendorong pemerintah Seychelles untuk memberikan pelatihan pengelolaan wisata pantai untuk pulau-pulau kecil Indonesia.

Dalam hal kerja sama dengan Djibouti ke depan, forum menyepakati untuk mengoptimalkan Djibouti sebagai simpul regional untuk penetrasi pasar Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA), yang terdiri dari 19 negara dan berpenduduk 409 juta.

Forum kerja sama juga sepakat untuk membentuk kerja sama sister port dan memanfaatkan economic free zone di Djibouti untuk memudahkan distribusi produk-produk unggulan Indonesia ke kawasan tersebut.

Seychelles adalah negara kepulauan di Afrika Timur yang diakui unggul dalam pengelolaan pariwisata kelas atas dan menjadi destinasi pariwisata selebriti, tokoh dunia dan keluarga kerajaan dari Eropa dan Timur Tengah.

Selain itu, Seychelles merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia.

Sementara Djibouti merupakan mitra dagang ke-5 terbesar RI di kawasan Afrika.

Djibouti telah menjadi gateway untuk ekspor produk-produk unggulan RI ke kawasan Afrika Timur, seperti CPO, produk makanan, furnitur serta tekstil dan garmen.

Acara diikuti oleh sekitar 50 peserta, termasuk para pengusaha nasional dari berbagai sektor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.