Kompas.com - 03/06/2016, 18:34 WIB
Miccelle O'Neill belfasttelegraph.co.ukMiccelle O'Neill
EditorGlori K. Wadrianto

BELFAST, KOMPAS.com - PemerintahIrlandia Utara mencabut larangan bagi kaum gay dan pria biseksual untuk menjadi pendonor darah.

Menteri Kesehatan dari Partai Sinn Fein, Miccelle O'Neill -yang baru menduduki jabatannya selama sepekan, mengatakan, tidak ada lagi alasan yang mendukung agar larangan tersebut diteruskan.

Pencabutan larangan itu diumumkan saat O'Neill berkunjung ke Proyek Pelangi -sebuah LSM pegiat hak kaum gay dan lesbian- di Belfast, Kamis kemarin.

Dalam kunjungan itu, dia mengatakan, prioritas utama dari donor darah adalah keamanan dan keselamatan pasien.

Bagaimana pun, dia meminta calon donor mematuhi moratorium hubungan seks selama satu tahun sebelum menyumbangkan darah. Hal ini juga berlaku di kawasan Inggris Raya lain.

"Bahkan tes yang paling canggih tidak bisa diandalkan 100 persen. Jadi amat penting bagi setiap pendonor untuk menghormati peraturan yang berlaku atas mereka," kata dia seperti dikutip Kantor Berita AFP.

Larangan bagi kaum gay dan pria biseksual menjadi pendonor darah diterapkan sejak tahun 1980-an di Inggris Raya. Kala itu sedang terjadi fase krisis HIV/AIDS.

Namun, aturan itu kemudian dicabut pada tahun 2011, kecuali di Irlandia Utara.

Pencabutan larangan di Irlandia Utara akan mulai diberlakukan pada tanggal 1 September mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X